triggernetmedia.com – Penderita diabetes melitus perlu memberi perhatian lebih terhadap kesehatan kaki. Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak saraf dan mengganggu aliran darah ke tungkai serta kaki, sehingga luka kecil sering tidak disadari dan berpotensi berkembang menjadi komplikasi serius.
Edukator RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Pontianak, Ahmad Sunarya, mengatakan luka ringan pada kaki penderita diabetes dapat berubah menjadi infeksi yang sulit sembuh apabila tidak ditangani dengan baik. Dalam kondisi tertentu, komplikasi tersebut bahkan dapat berujung pada ulkus diabetik hingga amputasi.
“Perawatan di rumah hanya untuk luka ringan. Jika luka memburuk, bernanah, berbau, semakin dalam, atau disertai demam, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan,” kata Sunarya saat memberikan edukasi kepada komunitas diabetes di RSUD SSMA Pontianak, Jumat (12/6/2026).
Menurut dia, langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah memeriksa kondisi kaki setiap hari untuk mendeteksi adanya kemerahan, pembengkakan, kapalan, lecet di sela jari, atau tanda-tanda infeksi lainnya.
Sunarya juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan saat merawat luka. Tangan harus dicuci menggunakan sabun dan air mengalir sebelum maupun sesudah perawatan untuk mencegah infeksi.
Luka dapat dibersihkan menggunakan air bersih atau larutan NaCl 0,9 persen, kemudian dikeringkan dengan kasa steril sebelum ditutup menggunakan balutan yang sesuai. Perawatan kaki juga perlu dilengkapi dengan kebiasaan mencuci kaki setiap hari dan menggunakan alas kaki saat beraktivitas.
Ia menegaskan bahwa pemeriksaan medis harus segera dilakukan apabila luka semakin besar, mengeluarkan nanah, disertai bau tidak sedap, kemerahan yang meluas, atau menimbulkan demam.
“Penanganan sejak dini dapat mencegah infeksi dan mengurangi risiko komplikasi yang lebih berat,” ujarnya.











