triggernetmedia.com – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memproyeksikan ketahanan pangan Indonesia pada 2026 semakin kuat dengan dominasi pasokan dari produksi dalam negeri. Dari 10 komoditas pangan strategis, tujuh di antaranya diperkirakan tidak lagi bergantung pada impor.
Tujuh komoditas tersebut meliputi beras, jagung, bawang merah, cabai, daging ayam ras, telur ayam ras, dan gula. Sementara itu, kebutuhan kedelai, bawang putih, dan sebagian daging sapi masih akan dipenuhi melalui impor.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan produksi beras nasional menunjukkan tren positif dengan potensi cadangan yang meningkat signifikan.
“Produksi beras nasional berada pada kondisi yang baik. Carry over stock diproyeksikan meningkat dari sekitar 12 juta ton menjadi 16 juta ton pada 2027,” ujarnya di Jakarta, Minggu (12/4/2026).
Proyeksi tersebut dihitung dari stok awal 2026 sebesar 12,4 juta ton dan produksi domestik 34,7 juta ton, dengan kebutuhan konsumsi tahunan sekitar 31,1 juta ton.
Untuk menjaga stabilitas pasokan, pemerintah menugaskan Perum Bulog menyerap gabah petani. Saat ini, cadangan beras pemerintah tercatat lebih dari 4 juta ton dan masih akan ditingkatkan melalui penyerapan tambahan.
Selain beras, Bapanas juga mencatat capaian swasembada pada komoditas jagung pakan sejak 2025. Ketersediaan komoditas lain seperti daging ayam, telur, cabai, dan bawang merah juga dinilai dalam kondisi aman.
Meski demikian, pemerintah masih mengandalkan impor untuk memenuhi kebutuhan kedelai dan bawang putih, serta sebagian kecil daging sapi.
Bapanas menyatakan akan terus mendorong peningkatan produksi dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat kedaulatan pangan nasional.











