triggernetmedia.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,93 persen pada perdagangan kemarin, meskipun di tengah aksi jual bersih (net sell) investor asing yang mencapai sekitar Rp163 miliar.
Berdasarkan data perdagangan, sejumlah saham sektor perbankan dan komoditas menjadi sasaran utama aksi jual asing, antara lain BMRI, BBRI, BBNI, ANTM, dan ITMG.
Kendati demikian, IHSG diproyeksikan masih berpeluang melanjutkan tren penguatan pada perdagangan hari ini, didorong oleh membaiknya sentimen pasar global.
Secara teknikal, level support IHSG berada pada kisaran 7.025 hingga 7.130, sedangkan resistance diperkirakan berada di rentang 7.200 hingga 7.300.
Sentimen positif datang dari pasar global. Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat pada Rabu (1/4/2026), dengan indeks Dow Jones naik 0,48 persen, S&P 500 menguat 0,72 persen, dan Nasdaq Composite meningkat 1,16 persen.
Penguatan tersebut dipicu oleh meningkatnya ekspektasi meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.
Kondisi ini turut berdampak pada pasar energi, di mana harga minyak mentah jenis WTI turun 1,24 persen ke level 100,12 dollar AS per barel, sementara Brent melemah 2,7 persen ke level 101,16 dollar AS per barel.
Di kawasan Asia-Pasifik, bursa saham juga bergerak menguat. Indeks Kospi Korea Selatan melonjak 8,4 persen, didorong oleh pertumbuhan ekspor sebesar 48,3 persen secara tahunan pada Maret 2026. Sementara itu, indeks Nikkei 225 Jepang naik 5,2 persen.
Di tengah kondisi tersebut, BNI Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham untuk dicermati pelaku pasar, di antaranya EMTK, EMAS, ESSA, MBMA, ADMR, dan WIFI dengan strategi speculative buy dan buy if break.




