triggernetmedia.com – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menyatakan optimistis Indonesia mampu menjaga stabilitas pembangunan nasional meskipun dunia tengah dibayangi ketidakpastian global. Hal itu disampaikannya dalam Seminar Nasional 2026 bertema Dynamic Resilience: Menjaga Stabilitas Pembangunan Nasional di Tengah Ketidakpastian Global di Kampus IBI-Kosgoro 1957, Jakarta Selatan, Kamis (26/2/2026).
Dave mengungkapkan, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) mencatat momentum penguatan ekonomi Indonesia pada triwulan III 2025 masih terjaga. Kendati demikian, ia mengingatkan pemerintah dan pemangku kepentingan agar tetap waspada terhadap berbagai risiko global.
“Berbagai risiko global perlu terus diwaspadai, termasuk dampak tarif impor Amerika Serikat, konfrontasi geoekonomi, tren reshoring dan friendshoring, hingga eskalasi ketegangan geopolitik,” ujar Dave.
Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 itu menekankan pentingnya penguatan sinergi antarlembaga guna menjaga pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, persaingan global saat ini tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga menyangkut perebutan sumber daya strategis seperti mineral kritis dan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Dalam konteks tersebut, Dave menilai konsep geopolitik Bung Karno kembali relevan untuk membentuk pola kompetisi global yang berpihak pada kepentingan nasional. Ia juga menyebut pemerintah terus memperkuat iklim investasi melalui transformasi regulasi.
“Presiden bersama jajaran menteri terus meningkatkan kepercayaan publik agar Indonesia tetap menjadi destinasi investasi utama dan mampu menciptakan lapangan kerja,” katanya.
Dave turut menyinggung laporan World Economic Forum melalui Global Risks Report 2025 yang mencatat risiko non-ekonomi, seperti misinformasi dan polarisasi sosial, sebagai faktor yang dapat memperburuk krisis global.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan investasi tidak hanya ditentukan oleh desain kebijakan, tetapi juga oleh kepastian dan konsistensi pelaksanaannya.
Dalam seminar tersebut, Ketua MPO Kosgoro 1957 Agung Laksono mengingatkan agar kesejahteraan rakyat tetap menjadi prioritas utama. Sementara itu, Duta Besar Nana Yuliana menekankan pentingnya strategi perlindungan pasar domestik dari potensi lonjakan produk impor.




