triggernetmedia.com – Lampion dan ornamen ketupat menghiasi Jalan Gajah Mada dan sejumlah ruas jalan di Pontianak. Cahaya merah dan kuning tampak berpadu pada malam hari. Tahun ini, perayaan Imlek dan Ramadan hadir hampir bersamaan, menghadirkan suasana kota yang berbeda namun tetap harmonis.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan pemerintah kota mengatur agar perayaan Imlek dan ibadah Ramadan dapat berlangsung berdampingan. Menurut dia, hal tersebut mencerminkan karakter Pontianak sebagai kota multietnis yang terbiasa hidup dalam keberagaman.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Pontianak tetap menjadi kota toleran, di mana perayaan keagamaan dan budaya dapat berjalan beriringan dengan saling menghormati,” kata Edi, Senin (9/2/2026).
Ia menilai perpaduan simbol lampion dan ketupat menjadi penanda keharmonisan warga kota. Perayaan Imlek tahun ini dimeriahkan ribuan lampion di sejumlah ruas jalan, diselingi ornamen Ramadan. Pesta kembang api tetap dipusatkan di Jalan Gajah Mada, sementara panitia Cap Go Meh menyiapkan 49 replika naga, termasuk naga terpanjang sepanjang 108 meter, untuk diarak setelah prosesi pembukaan mata naga.
Untuk menjaga ketertiban dan menghormati ibadah puasa, panitia membatasi durasi karnaval naga dan memusatkan atraksi di depan panggung utama. Koordinasi dilakukan bersama Forkopimda dan aparat keamanan.
Edi menyebut perayaan Imlek dan Ramadan yang berlangsung bersamaan menunjukkan kedewasaan sosial masyarakat Pontianak. Selain memperkuat nilai toleransi, kegiatan ini juga diperkirakan memberi dampak ekonomi, terutama dari kunjungan warga luar daerah dan ramainya kawasan kuliner.
Sejumlah warga menyambut positif kondisi tersebut. Baik umat Muslim yang menjalankan ibadah Ramadan maupun warga Tionghoa yang merayakan Imlek menilai suasana kota tetap kondusif dan saling menghormati.




