triggernetmedia.com – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menilai pembangunan Kalimantan Barat masih menghadapi tantangan serius, terutama keterbatasan fiskal daerah dan ketimpangan pembangunan antarwilayah. Karena itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar pembangunan bisa berjalan lebih merata.
Pernyataan tersebut disampaikan Bahasan dalam apel gabungan peringatan HUT ke-69 Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat di Kantor Wali Kota Pontianak, Rabu (28/1/2026).
Menurut Bahasan, pembangunan tidak boleh hanya terkonsentrasi di wilayah perkotaan, tetapi juga harus menjangkau kawasan pedalaman, perbatasan, hingga pesisir. Ia menyebut sinergi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat menjadi syarat mutlak untuk mencapai pemerataan tersebut.
“Dengan keterbatasan fiskal yang kita hadapi, kebijakan harus lebih inovatif dan program harus benar-benar tepat sasaran,” kata Bahasan.
Ia mengakui terdapat sejumlah capaian pembangunan sepanjang 2025, termasuk peningkatan IPM serta penurunan tingkat kemiskinan dan pengangguran. Namun, Bahasan menilai capaian itu belum cukup jika tidak diikuti dengan pemerataan akses layanan dasar dan peluang ekonomi di seluruh wilayah.
Bahasan juga menyinggung pentingnya penyelarasan antara kebijakan daerah dan program strategis nasional agar tidak terjadi tumpang tindih anggaran maupun kebijakan.
Ia berharap peringatan hari jadi provinsi dapat menjadi ruang evaluasi terhadap efektivitas pembangunan, bukan sekadar kegiatan rutin tahunan.











