triggernetmedia.com – Pemerintah Kota Pontianak menekankan pentingnya pemutakhiran data sosial sebagai dasar penyaluran bantuan bagi kelompok masyarakat rentan. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, akurasi data menentukan keberhasilan program perlindungan sosial.
Pernyataan itu disampaikan Edi saat melantik Pengurus Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kota Pontianak periode 2026–2031, Selasa (20/1/2026).
“Kelompok rentan seperti lansia, disabilitas, ODGJ, hingga gelandangan berada di desil satu sampai lima. Mereka perlu penanganan cepat dengan basis data yang valid,” kata Edi.
Ia menyebut IPSM memiliki peran penting karena berada di garda terdepan pendataan sosial. Pemerintah kota mendorong IPSM memperkuat koordinasi dengan perangkat wilayah untuk memastikan data warga prasejahtera sesuai dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Menurut Edi, sebagai kota transit dan ibu kota provinsi, Pontianak menghadapi tantangan sosial akibat arus masuk penduduk dari luar daerah. Hal ini berpotensi menambah jumlah keluarga rentan jika tidak ditangani secara sistematis.
Ketua IPSM Kota Pontianak Rina mengatakan IPSM siap menjalankan fungsi sebagai mitra pemerintah dalam penanganan masalah sosial. IPSM, kata dia, meluncurkan program IPSM Menyapa yang dilakukan secara door to door untuk memvalidasi data PMKS.
“Program ini juga mencakup respons darurat bagi warga yang mengalami krisis sosial serta kerja sama dengan mitra CSR untuk membantu kemandirian ekonomi warga prasejahtera,” ujarnya.




