triggernetmedia.com – Peragaan busana bertajuk Cerite Kote Dua yang digelar di Dekranasda Kota Pontianak, Rabu (14/1/2026), menampilkan berbagai ikon khas Kota Pontianak melalui karya fesyen. Motif bangunan bersejarah, aliran Sungai Kapuas, corak insang dan kalengkang, hingga simbol meriam dan burung enggang dihadirkan dalam busana hasil karya perajin lokal.
Peragaan tersebut disaksikan rombongan Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat dalam rangkaian kegiatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama RI.
Ketua Dekranasda Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie mengatakan, peragaan busana ini merupakan bagian dari upaya memperkenalkan identitas kota melalui karya kriya dan fesyen, sekaligus mendorong pemasaran produk UMKM.
“Ini cara kami bercerita tentang kota dengan bahasa fesyen,” ujar Yanieta.
Ia menjelaskan, UMKM Center dan Galeri Dekranasda tidak hanya menjadi tempat pemasaran produk, tetapi juga ruang pembinaan dan pelatihan bagi perajin. Harga produk yang dijual pun disamakan dengan harga dari pengrajin, tanpa penambahan dari pengelola.
Yanieta juga membuka peluang kolaborasi dengan Dharma Wanita Persatuan Kemenag Kalbar untuk pengembangan kapasitas perempuan di sektor ekonomi kreatif. Menurut dia, peran perempuan sangat strategis dalam mendorong pertumbuhan UMKM.
Ketua Dharma Wanita Persatuan Kanwil Kemenag Kalbar Salbia Muhajirin mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menyebut kunjungan ke UMKM Center menjadi sarana pembelajaran ekonomi bagi anggota Dharma Wanita.
“Banyak produk lokal Kalimantan Barat yang kualitasnya sangat baik dan layak dibanggakan. Kadang kita justru lebih tertarik pada produk luar,” katanya.
Salbia menilai kekayaan kriya dan fesyen Kalimantan Barat yang beragam di tiap daerah merupakan potensi besar yang perlu terus dipromosikan. Ke depan, pihaknya membuka peluang kerja sama dengan Dekranasda Kota Pontianak dalam kegiatan pelatihan ekonomi keluarga.




