triggernetmedia.com – Pemerintah bersiap memulai pembangunan permanen Sekolah Rakyat Tahap II di 104 lokasi di berbagai wilayah Indonesia. Proyek ini akan dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sebagai bagian dari upaya percepatan pengentasan kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan berkualitas.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan, pembangunan Sekolah Rakyat merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan sumber daya manusia unggul. “Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah membangun generasi masa depan. Kami memastikan fasilitas pendidikan dibangun cepat dan berkualitas,” ujar Dody, Senin (12/1/2026).
Pada tahap kedua, Sekolah Rakyat dirancang menampung 112.320 siswa melalui 3.744 rombongan belajar (rombel), terdiri atas 1.872 rombel SD, 936 rombel SMP, dan 936 rombel SMA. Setiap lokasi memiliki kapasitas hingga 1.080 siswa dengan total 36 rombel.
Sebaran pembangunan meliputi Sumatera 26 lokasi, Jawa 40 lokasi, Kalimantan 12 lokasi, Bali dan Nusa Tenggara masing-masing satu lokasi, Sulawesi 16 lokasi, Maluku empat lokasi, serta Papua tiga lokasi. Sekolah dibangun di atas lahan 5–10 hektare yang disediakan pemerintah daerah.
Konsep bangunan mengusung sistem boarding school dengan fasilitas ruang kelas berbasis teknologi, laboratorium keterampilan, perpustakaan digital, klinik kesehatan, sarana olahraga, asrama siswa dan guru, hingga ruang kegiatan ekstrakurikuler.
Hingga 31 Desember 2025, progres fisik pembangunan telah mencapai 3,98 persen. Kementerian PU memastikan seluruh proyek memenuhi persyaratan kesiapan, termasuk sertifikat lahan, dokumen tata ruang, persetujuan lingkungan, hingga izin bangunan.
Sekolah Rakyat Tahap II ditargetkan mendukung penyelenggaraan pendidikan pada Tahun Ajaran 2026/2027, melanjutkan Tahap I yang telah beroperasi dengan 166 sekolah.




