triggernetmedia.com – Memasuki satu tahun perjalanannya, program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai mulai mengubah haluan paradigma ekonomi nasional. Program ini tidak lagi dipandang sekadar instrumen jaring pengaman sosial, melainkan sebagai investasi strategis dalam penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) atau human resource economics.
Pendiri Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Prof. Dr. H. Didin S. Damanhuri menekankan bahwa MBG menandai pergeseran fokus pemerintah dari pembangunan berbasis infrastruktur fisik menuju pembangunan kapasitas manusia. Intervensi gizi yang menyasar 50 persen lapisan masyarakat terbawah dianggap langkah kunci untuk memperkecil ketimpangan.
“Jika konsisten, MBG akan menggeser pemikiran ekonomi di Indonesia yang biasanya mengejar pertumbuhan setinggi-tingginya lewat infrastruktur, menjadi perbaikan gizi dan pendidikan,” ujar Didin, Rabu (31/12/2025).
Dampak nyata terlihat di tingkat akar rumput, seperti di SMAN 1 Taraju, Tasikmalaya. Kehadiran program ini dilaporkan menurunkan pengeluaran harian siswa rata-rata Rp 12.000 hingga Rp 15.000. Selain perbaikan gizi, program ini memberikan efek berganda (multiplier effect) berupa insentif tambahan bagi guru honorer yang terlibat dalam pengelolaan logistik makanan di sekolah.




