triggernetmedia.com – Upaya panjang diplomasi internasional akhirnya membuahkan hasil signifikan. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara mengejutkan mengumumkan bahwa Israel dan Hamas telah mencapai dan menandatangani kesepakatan mengenai Rencana Perdamaian Gaza Tahap Satu. Perjanjian ini menjadi titik balik penting setelah negosiasi tidak langsung yang intensif dan dimediasi oleh Qatar serta Mesir.
Kabar tersebut disambut dengan euforia oleh warga Palestina di Gaza. Mereka turun ke jalan menari dan bersorak, mengekspresikan harapan atas berakhirnya perang dan pembebasan para sandera.
Pengumuman Resmi dari Donald Trump
Trump menjadi pihak pertama yang mengumumkan kesepakatan ini melalui jejaring sosial Truth Social. Dalam pernyataannya, ia menyebut bahwa “Tahap pertama Rencana Perdamaian kami” bertujuan untuk mewujudkan perdamaian yang kuat, bertahan lama, dan abadi di kawasan tersebut.
Fokus Utama: Pembebasan Sandera dan Penarikan Pasukan
Tahap pertama kesepakatan ini menekankan dua langkah utama. Pertama, pembebasan seluruh sandera Israel yang masih ditahan oleh Hamas. Kedua, penarikan pasukan Israel dari wilayah Gaza menuju garis batas yang telah disepakati sebagai langkah awal menuju gencatan senjata permanen.
Konfirmasi Mediator dan Masuknya Bantuan Kemanusiaan
Pemerintah Qatar, sebagai salah satu mediator utama, mengonfirmasi tercapainya kesepakatan fase pertama gencatan senjata. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar menyatakan bahwa perjanjian ini mencakup pelaksanaan seluruh ketentuan awal, termasuk jaminan masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza tanpa hambatan.
Reaksi Hamas: Desakan agar Israel Patuh
Hamas mengumumkan bahwa mereka telah menyetujui perjanjian untuk mengakhiri perang, menarik pasukan pendudukan, dan melakukan pertukaran tahanan. Namun, kelompok tersebut menegaskan agar Trump memastikan Israel benar-benar mematuhi isi kesepakatan dan tidak menunda implementasinya.
Isi Persetujuan Pertukaran Tahanan
Menurut laporan, kesepakatan awal ini mencakup pembebasan 20 sandera Israel yang diculik sejak 7 Oktober 2023. Sebagai imbalannya, sekitar 2.000 tahanan Palestina akan dibebaskan oleh Israel. Proses pertukaran ini diperkirakan berlangsung dalam waktu 72 jam setelah tahap pertama perjanjian dijalankan.
Tanggapan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyambut baik kesepakatan tersebut dan menegaskan komitmen pemerintahnya untuk memulangkan seluruh sandera. “Dengan pertolongan Tuhan, kami akan memulangkan mereka semua,” ujarnya. Netanyahu juga mengumumkan akan menggelar rapat kabinet pada Kamis (9/10/2025) guna secara resmi mengesahkan tahap pertama kesepakatan Gaza.
Jadwal Penandatanganan Resmi di Mesir
Sumber diplomatik menyebut bahwa penandatanganan resmi fase pertama perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas dijadwalkan berlangsung di Mesir pada Kamis pagi waktu setempat, sekitar pukul 09.00. Namun, detail akhir perjanjian masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak terkait.
Seruan PBB untuk Kepatuhan Penuh
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyambut baik tercapainya kesepakatan ini. Ia menyerukan kepada seluruh pihak untuk mematuhi sepenuhnya isi perjanjian dan menekankan pentingnya gencatan senjata permanen. Guterres juga menuntut agar bantuan kemanusiaan dapat segera masuk ke Gaza tanpa hambatan.




