triggernetmedia.com – Sebuah ‘ultimatum’ dari Presiden AS Donald Trump ternyata lebih manjur daripada seruan damai PBB. Di tengah eskalasi konflik perbatasan, Perdana Menteri Kamboja Hun Manet dan Penjabat PM Thailand Phumtham Wechayachai sepakat bertemu di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (28/7).
Fakta Kunci
-
Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan mengonfirmasi bahwa pertemuan ini difasilitasi oleh Malaysia atas permintaan kedua negara.
-
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Thailand membenarkan rencana pertemuan, meskipun belum merinci isi agendanya.
Latar Belakang
-
Konflik bersenjata antara Thailand dan Kamboja pecah pada 24 Juli 2025 dan telah menelan korban jiwa serta luka-luka dari kedua pihak, termasuk warga sipil.
-
Sengketa dipicu oleh perbedaan penafsiran atas peta perbatasan peninggalan kolonial Prancis tahun 1907.
Faktor Pemicu Perdamaian
-
Donald Trump menyatakan bahwa AS tidak akan membuka negosiasi dagang dengan negara yang sedang berperang.
-
Ancaman ini memberi tekanan ekonomi yang cukup besar pada kedua negara, yang kini sedang menjajaki kerja sama dagang dengan Washington.
Konteks Diplomatik
-
Kamboja ingin melibatkan Mahkamah Internasional (ICJ), sedangkan Thailand menolak pendekatan multilateral dan lebih memilih jalur bilateral.
-
Malaysia ditunjuk sebagai mediator netral oleh kedua negara, dalam kapasitasnya sebagai Ketua ASEAN 2025.











