triggernetmedia.com – Sebuah gagasan kemungkinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin koalisi besar partai politik pendukung pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka muncul dalam beberapa pekan terakhir.
Gagasan ini diusulkan oleh sejumlah elite Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Pasangan Prabowo-Gibran didukung oleh beberapa partai politik besar termasuk Gerindra, Golkar, PAN, Demokrat, PSI, Bulan Bintang, dan Gelora.
Mayoritas dari partai-partai ini saat ini berada dalam Pemerintahan yang dipimpin oleh Jokowi.
Menurut Ketua Umum kelompok relawan Pro-Jokowi (Projo), Budi Arie Setiadi, skenario di mana Presiden Jokowi memimpin koalisi besar menjadi mungkin jika beliau masuk ke dalam Partai Golkar.
Meskipun demikian, ia menyatakan bahwa pertimbangan politik tersebut masih terbuka, bahkan setelah Prabowo Subianto dilantik sebagai Presiden pada Oktober 2024.
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, yang juga putra sulung dari Presiden Jokowi memberikan tanggapan atas kabar tersebut.
Gibran menyatakan bahwa saat ini belum ada pembicaraan resmi mengenai hal tersebut. “Enggak ada, belum ada pembicaraan seperti itu,” ujarnya saat ditemui di Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Kamis, 14 Maret 2024.
Ketika ditanya lebih lanjut mengenai pendapatnya terhadap usulan agar Jokowi memimpin koalisi besar, Gibran menyatakan bahwa ia belum bisa memberikan jawaban.
“Ya saya belum bisa menanggapi ya,” tambahnya.
Suami dari Selvi Ananda itu juga mempersilakan untuk mengajukan pertanyaan tersebut kepada pihak yang mengusulkannya. “Ya silakan bertanya kepada orang yang mengusulkan ya,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Umum kelompok relawan Pro-Jokowi (Projo), Budi Arie Setiadi, mengatakan bahwa skenario di mana Presiden Jokowi memimpin koalisi besar menjadi mungkin jika beliau masuk ke dalam Partai Golkar.
Budi Arie menilai bahwa hal tersebut merupakan pertimbangan politik yang masih terbuka, mengingat masa jabatan Jokowi masih berlangsung hingga tujuh bulan ke depan.
“Dulu aja ditanyain Gibran jadi cawapres mungkin apa nggak? Ya mungkin,” ujar Budi Arie di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 13 Maret 2024.
Budi Arie menambahkan bahwa pendapat Jokowi untuk memimpin koalisi besar merupakan dinamika yang berkembang, dan mengingatkan bahwa masih ada waktu yang cukup panjang untuk mengambil keputusan.
“Ini masih lama lho. Masih tujuh bulan ke depan, masih banyak yang kita kerjakan,” katanya.
Ia juga menilai usulan dari salah satu partai agar Presiden Jokowi memimpin koalisi besar sebagai sebuah aspirasi dan pendapat yang layak untuk diperhitungkan.
“Yang namanya aspirasi, yang namanya pendapat, untuk hal-hal tertentu seperti tadi Presiden…ya enggak apa-apa dinamika aja,” tambah Budi Arie.
sumber: tempo.co



