triggernetmedia.com – Pj. Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, membuka Program Sinergitas Organisasi Wanita Dalam Peningkatan Pengetahuan Gizi Keluarga, Ibu, dan Remaja Putri (Sinita Penjaga Ibu Jari) di Posyandu Mekar Rindang, Desa Ambawang Kuala, Kecamatan Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.
Dalam kesempatan ini, Harisson menyoroti angka Stunting yang masih tinggi di wilayah tersebut.
Menurutnya, data E-PPGBM pada Triwulan 3 Tahun 2023 menunjukkan bahwa prevalensi Stunting di Kalimantan Barat mencapai 15,3 persen, sedangkan Kabupaten Kubu Raya mencatat 12 persen.
Lebih lanjut, ia menggarisbawahi pentingnya peran kader Posyandu sebagai ujung tombak pemerintah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang kesehatan dan gizi.
Harrisson menjelaskan bahwa Stunting pada balita disebabkan oleh kurangnya gizi dalam jangka waktu lama, paparan infeksi berulang, dan kurangnya stimulasi.
Faktor-faktor seperti status kesehatan remaja, pola makan balita, ekonomi, budaya, sanitasi, dan akses layanan kesehatan juga berpengaruh besar terhadap Stunting.
“Stunting adalah tanggung jawab bersama: pemerintah, organisasi profesi, sektor swasta, dan masyarakat,” ujarnya.
Salah satu penyumbang Stunting adalah ibu hamil yang mengalami Kurang Energi Kronis (KEK) dan bayi dengan berat badan lahir rendah.
Data E-PPGBM menunjukkan persentase ibu hamil yang mengalami KEK sebesar 10,2 persen dan bayi dengan berat badan lahir rendah sebesar 4,1 persen di Kabupaten Kubu Raya.
“Melihat data tersebut, pemberian makanan bergizi seimbang menjadi faktor paling penting dalam upaya pencegahan stunting. Banyak masyarakat yang belum memahami hal tersebut,” timpal pria kelahiran Palembang ini.
Dalam upayanya, Harisson meminta komitmen dari semua pihak untuk bersatu mengatasi masalah kesehatan di Kalimantan Barat.
Melalui program ini, diharapkan mampu menjadi momen kebersamaan bagi setiap individu dan organisasi untuk berperan aktif dalam penurunan dan pencegahan Stunting.
Tampak hadir dalam kesempatan itu Pj. Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalbar, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana PD XII/Tanjungpura, Ketua Persit Dharma Pertiwi Daerah, Ketua Bhayangkari Kepolisian Daerah Kalbar, Ketua Persit AURI Adhya Garini Cabang 19/D.I Lanud Supadio, Ketua Persit Korcab XII Jalasenastri, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kalbar dan Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Kalbar serta sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalbar.





