triggernetmedia.com – (Pj) Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, dan Penjabat (Pj) Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Barat, Windy Prihastari, menghadiri peresmian renovasi Rumah Sakit Tingkat II Kartika Husada Kesdam XII Tanjungpura Kabupaten Kubu Raya, Selasa (5/12).
Acara peresmian ini dilakukan oleh Pangdam XII Tanjungpura, Mayjen TNI Iwan Setiawan, bersama Pj. Gubernur Kalimantan Barat.
Momen tersebut ditandai dengan pengguntingan pita bersama yang disaksikan Forkorpimda dan segenap jajaran petinggi Kodam XII Tanjungpura.
Renovasi gedung ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan pelayanan kesehatan kepada anggota TNI dan masyarakat umum di Kalimantan Barat.
Pembangunan mencakup berbagai fasilitas, termasuk Poliklinik, Aula, Ruang Rawat Inap Melati, Garasi Ambulans, Garasi Mobil Oksigen, Ruang Piket, dan ATM Center.
Pangdam XII Tanjungpura, Mayjen TNI Iwan Setiawan, dalam sambutannya menyatakan pentingnya fasilitas ini bagi anggota TNI, keluarga, dan masyarakat Kalimantan Barat.
Dalam provinsi yang luasnya kedua terbesar di Indonesia, keberadaan fasilitas kesehatan seperti rumah sakit ini sangatlah penting.
“Saya berharap rumah sakit ini tidak hanya melayani dalam kondisi sakit, tetapi juga menjadi pusat untuk menjaga kesehatan kita semua,” ujar Mayjen TNI Iwan Setiawan.
Harrison, atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, memberikan apresiasi atas peresmian Gedung Aula dan Poliklinik di Rumah Sakit Kartika Husada ini.
Ia berharap gedung tersebut dapat digunakan secara optimal untuk pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat, sejalan dengan kemajuan teknologi di bidang kesehatan.
“Hadir di tengah-tengah masyarakat adalah untuk memberikan pelayanan kemanusiaan tanpa pamrih. Sinergi dari seluruh pihak terkait diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi penduduk Kalimantan Barat,” ucap Harisson.
Sementara itu, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Barat mencapai angka 70,47.
Harisson menekankan pentingnya sinergi seluruh stakeholder dalam upaya meningkatkan IPM, terutama dalam aspek kesehatan, guna mencetak Sumber Daya Manusia unggul yang siap menjalani masa depan Indonesia Emas 2045.




