triggernetmedia.com – Perwakilan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ade Muhammad Djoen Sintang melakukan kunjungan studi banding ke UPT Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak, Jumat (1/12).
Tim keuangan dari RSUD Ade Muhammad Djoen Sintang yang dipimpin oleh Yustina Eni, Kepala Bidang Perencanaan dan Keuangan, diterima secara hangat oleh Manajemen RSUD SSMA di Ruang Direktur RSUD.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk menggali informasi terkait penggunaan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) di RSUD SSMA serta untuk memahami praktik terbaik dalam pengelolaan keuangan di awal tahun anggaran baru.
Yustina Eni dari RSUD Ade Muhammad Djoen Sintang menyampaikan keinginan mereka untuk belajar dari pengalaman RSUD SSMA dalam penggunaan dana Silpa.
Yustina Eni juga menjelaskan bahwa di RSUD Ade Muhammad Djoen Sintang, penggunaan dana Silpa saat ini belum dapat dilakukan karena masih dalam proses pembahasan berdasarkan peraturan Bupati.
“Kami ingin mengetahui dan belajar seperti apa penggunaan Silpa pada tahun anggaran baru,” katanya.
Oleh karena itu, kunjungan ini menjadi kesempatan untuk berbagi informasi dan pengalaman antara kedua rumah sakit terkait pengelolaan dana Silpa.
Direktur UPT RSUD Sultan Mohamad Alkadrie Kota Pontianak, Eva Nurfarihah, menyambut baik kedatangan tim dari RSUD Ade Muhammad Djoen Sintang.
“Saya mengapresiasi RSUD Muhammad Djoen Sintang datang untuk studi banding mengenai bagaimana pengelolaan keuangan di rumah sakit kita terutama pemakaian Silpa di awal tahun,” kata Direktur Eva.
Dia menekankan bahwa pengelolaan dana Silpa di RSUD SSMA sudah sesuai dengan pedoman yang tercantum dalam Peraturan Walikota Pontianak Nomor 2 Tahun 2023 tentang Pengelolaan dan Pemanfaatan Silpa di lingkungan Dinas Kesehatan Kota Pontianak.
Eva juga menyatakan kesiapannya untuk berbagi informasi dan pengalaman lebih lanjut kepada RSUD Muhammad Djoen Sintang, bahkan di luar konteks pembahasan yang ada saat ini.
“Kalaupun ada persoalan yang ingin ditanyakan di luar itu kita bisa berdiskusi dengan Dinas Kesehatan maupun dengan OPD di Pemkot Pontianak,” pungkasnya.
Dia menegaskan bahwa kolaborasi antar-rumah sakit dan pihak terkait pemerintahan setempat dapat menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh unit teknis, seperti rumah sakit.



