Trigger Netmedia
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
Trigger Netmedia
No Result
View All Result
Home Nasional

KPAI: Ancaman Anak Kini Bergeser ke Ruang Digital, Perlindungan Harus Berbasis Pencegaha

Perlindungan Anak di Era Digital

TriggerNetMedia by TriggerNetMedia
23 Juli 2026
in Headline, Nasional, News, Parenting, Sorotan
0
KPAI: Ancaman Anak Kini Bergeser ke Ruang Digital, Perlindungan Harus Berbasis Pencegaha

Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Jasra Putra. (PDM Depok).

0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

triggernetmedia.com – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 yang diperingati pada 23 Juli menjadi momentum bagi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk mengingatkan bahwa tantangan perlindungan anak telah mengalami perubahan. Jika sebelumnya ancaman lebih banyak berupa kekerasan fisik, kini anak-anak juga dihadapkan pada berbagai risiko yang muncul seiring pesatnya perkembangan ekosistem digital.

Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra, mengatakan anak-anak Indonesia saat ini hidup di tengah berbagai ancaman baru yang berkembang melalui ruang digital. Menurutnya, kondisi tersebut menuntut pendekatan perlindungan anak yang lebih adaptif dan berorientasi pada pencegahan.

“Anak-anak Indonesia hari ini tidak hanya menghadapi kekerasan fisik. Mereka juga menghadapi apa yang kami sebut sebagai industri kecemasan, industri candu, industri manipulasi, dan industri kamuflase yang berkembang sangat cepat melalui ekosistem digital,” ujar Jasra di Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Ia mengakui kemajuan teknologi membawa banyak manfaat bagi anak, terutama dalam mengakses informasi dan pendidikan. Namun di sisi lain, ruang digital juga menghadirkan ancaman yang belum sepenuhnya mampu diantisipasi oleh negara, keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

Menurut Jasra, tantangan tersebut semakin kompleks karena berbagai produk maupun konten yang berpotensi membahayakan anak kini hadir dalam bentuk yang sulit dikenali dan kerap dianggap sebagai sesuatu yang wajar.

“Apa yang dulu dilarang, sekarang semua mudah diakses, berkamuflase menabrak peraturan. Semua sudah ada bersama anak-anak kita, bahkan tanpa bisa kita cegah. Semua terasa seperti dinormalisasi melalui berbagai bentuk manipulasi,” katanya.

Selain ancaman di ruang digital, KPAI juga menyoroti lemahnya pengawasan terhadap berbagai produk yang digunakan anak, mulai dari makanan, minuman, obat-obatan hingga aksesori yang beredar di masyarakat.

Jasra menilai pendekatan perlindungan anak di Indonesia selama ini masih lebih banyak berfokus pada penanganan setelah anak menjadi korban, bukan membangun sistem yang mampu mencegah terjadinya pelanggaran sejak awal.

Selama tiga tahun terakhir, KPAI menerima sekitar 6.900 pengaduan terkait pelanggaran hak anak. Laporan tersebut menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi anak tidak hanya terjadi di lingkungan keluarga maupun sekolah, tetapi juga semakin banyak muncul di ruang digital.

“Yang paling penting adalah membangun prasyarat perlindungan anak. Selama ini kita terlalu sibuk menjemput korban, tetapi belum cukup serius membangun lingkungan yang mencegah anak menjadi korban,” ujarnya.

Menurut Jasra, perlindungan anak sebagaimana diamanatkan dalam Konvensi Hak Anak seharusnya tidak dimaknai sebagai upaya membatasi kehidupan anak, melainkan memastikan lingkungan yang aman agar mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Karena itu, KPAI mendorong seluruh kebijakan yang berkaitan dengan anak lebih menitikberatkan pada aspek pencegahan. Langkah tersebut mencakup penguatan peran keluarga, peningkatan kualitas pengasuhan, penyediaan sekolah yang aman, penciptaan ruang digital yang sehat, kemudahan akses layanan kesehatan jiwa, perlindungan dari eksploitasi ekonomi dan seksual, hingga penyusunan kebijakan publik yang selalu mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak.

Menurut KPAI, perlindungan anak tidak cukup dilakukan ketika pelanggaran telah terjadi, tetapi harus dimulai dengan membangun ekosistem yang mampu mencegah anak menjadi korban di tengah tantangan era digital yang terus berkembang.

About Author

TriggerNetMedia

See author's posts

Tags: # anak indonesiaekosistem digitalEksploitasi Anakhak anakHAN ke-42Hari Anak Nasional 2026industri canduindustri digitalindustri kecemasanJasra Putrakeamanan digital anakKekerasan terhadap Anakkesehatan jiwa anakKPAImanipulasi digitalpencegahan kekerasanpengasuhanperlindungan anakruang digital sehatSekolah Ramah Anak
Previous Post

Dukung Ekstensifikasi Sawit PTPN IV, Krisantus Tekankan Legalitas Lahan dan Hilirisasi

Next Post

73 Persen Penderita Diabetes di Indonesia Belum Terdiagnosis, Mengapa Deteksi Dini Masih Tertinggal?

TriggerNetMedia

TriggerNetMedia

Next Post
Kasus Diabetes Meningkat di Usia Muda, Pemerintah Rancang Label Gula Tinggi

73 Persen Penderita Diabetes di Indonesia Belum Terdiagnosis, Mengapa Deteksi Dini Masih Tertinggal?

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

16 Juli 2025
Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

17 November 2021
Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

18 Juli 2025
Status PPPK Paruh Waktu Dihapus, Revisi UU ASN Kembalikan Struktur Dua Pilar

Status PPPK Paruh Waktu Dihapus, Revisi UU ASN Kembalikan Struktur Dua Pilar

26 November 2025
Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

0
2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

0
14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

0
Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

0
Prabowo Singgung ‘Londo Ireng’, Soroti Peran Media dan LSM

Prabowo Singgung ‘Londo Ireng’, Soroti Peran Media dan LSM

24 Juli 2026
Industri Hasil Tembakau Harap-harap Cemas Imbas Target Penerimaan Cukai Naik

Tolak Aturan Turunan PP 28/2024, Pengusaha dan Industri Khawatir Ancam Industri Legal

24 Juli 2026
Fenomena Krisis Keuangan dan Tata Kelola BUMN

Fenomena Krisis Keuangan dan Tata Kelola BUMN

24 Juli 2026
Tingkatkan Pelayanan Persampahan, Pemkot Pontianak Tambah Armada dan Rehabilitasi Kontainer

Tingkatkan Pelayanan Persampahan, Pemkot Pontianak Tambah Armada dan Rehabilitasi Kontainer

24 Juli 2026

Recent News

Prabowo Singgung ‘Londo Ireng’, Soroti Peran Media dan LSM

Prabowo Singgung ‘Londo Ireng’, Soroti Peran Media dan LSM

24 Juli 2026
Industri Hasil Tembakau Harap-harap Cemas Imbas Target Penerimaan Cukai Naik

Tolak Aturan Turunan PP 28/2024, Pengusaha dan Industri Khawatir Ancam Industri Legal

24 Juli 2026
Fenomena Krisis Keuangan dan Tata Kelola BUMN

Fenomena Krisis Keuangan dan Tata Kelola BUMN

24 Juli 2026
Tingkatkan Pelayanan Persampahan, Pemkot Pontianak Tambah Armada dan Rehabilitasi Kontainer

Tingkatkan Pelayanan Persampahan, Pemkot Pontianak Tambah Armada dan Rehabilitasi Kontainer

24 Juli 2026
  • Kode Etik
  • Kode Prilaku Perusahaan Pers
  • Tentang Kami
  • Redaksi

© 2026 triggernetmedia development

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan

© 2026 triggernetmedia development