Trigger Netmedia
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
Trigger Netmedia
No Result
View All Result
Home Nasional

73 Persen Penderita Diabetes di Indonesia Belum Terdiagnosis, Mengapa Deteksi Dini Masih Tertinggal?

BPJS Sudah Menyediakan Skrining, Tapi Belum Optimal

TriggerNetMedia by TriggerNetMedia
23 Juli 2026
in Analisis, Headline, Kesehatan, Nasional, News, Sorotan
0
Kasus Diabetes Meningkat di Usia Muda, Pemerintah Rancang Label Gula Tinggi

Ilustrasi anak muda terkena diabetes (Freepik)

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

triggernetmedia.com – Data terbaru yang disampaikan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof. Em Yunir, dalam Forum Jurnalis Kesehatan pada pertengahan Juli 2026 menjadi alarm serius bagi sistem kesehatan nasional. Lebih dari 73 persen penyandang diabetes di Indonesia belum terdiagnosis, sehingga jutaan orang hidup dengan kadar gula darah tinggi tanpa menyadarinya.

Banyak penderita baru mengetahui dirinya mengidap diabetes ketika komplikasi berat telah muncul, seperti stroke, gagal ginjal, serangan jantung, hingga kebutaan akibat retinopati diabetik.

Ironisnya, Indonesia sebenarnya memiliki modal besar untuk melakukan deteksi dini melalui jaringan puskesmas yang tersebar hingga pelosok serta dukungan BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara jaminan kesehatan nasional. Namun, cakupan skrining masih belum mampu menjangkau sebagian besar kelompok berisiko.

Beban Diabetes Terus Meningkat

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI), sekitar satu dari sepuluh penduduk Indonesia hidup dengan diabetes. Sementara itu, International Diabetes Federation (IDF) memperkirakan jumlah penyandang diabetes di Indonesia telah melampaui 20 juta jiwa dan diproyeksikan meningkat menjadi lebih dari 30 juta orang pada 2045.

Yang lebih mengkhawatirkan, Indonesia kini menempati peringkat ketiga dunia untuk jumlah kasus diabetes yang belum terdiagnosis. Diperkirakan sekitar 15 juta orang dewasa hidup dengan diabetes tanpa mengetahui kondisinya.

Prof. Yunir menggambarkan kerusakan organ akibat diabetes yang tidak terkendali layaknya argo taksi yang terus berjalan. Semakin lama kadar gula darah tinggi tidak ditangani, semakin besar pula kerusakan yang terjadi pada organ tubuh.

“Tujuan pengobatan diabetes bukan sekadar membuat gula darah normal, tetapi menjaga fungsi organ tubuh tetap baik dan meningkatkan kualitas hidup pasien dalam jangka panjang,” ujarnya.

Mengapa Banyak Kasus Tidak Terdeteksi?

Menurut Prof. Yunir, ada beberapa faktor utama yang menyebabkan tingginya angka diabetes yang belum terdiagnosis.

Pertama, diabetes tipe 2 sering berkembang tanpa gejala yang jelas. Keluhan seperti sering haus, sering buang air kecil, atau berat badan turun drastis umumnya baru muncul ketika penyakit sudah memasuki tahap lanjut. Akibatnya, banyak orang merasa dirinya sehat sehingga tidak terdorong melakukan pemeriksaan.

“Hingga akhirnya terdeteksi saat berobat penyakit lain atau masuk kondisi gawat darurat,” kata Ketua Umum Pengurus Pusat Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PP PERKENI) tersebut.

Kedua, budaya masyarakat yang masih berobat ketika sudah sakit. Kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala masih rendah.

“Jangan ke dokter, nanti ketahuan. Jangan diperiksa, nanti ketahuan. Mendingan nggak diperiksa. Kan kita nggak tahu. Itu pola pikir yang harus diubah,” ujar Prof. Yunir.

Ketiga, skrining diabetes di layanan kesehatan primer belum menjadi kebiasaan rutin. Pemeriksaan gula darah bagi kelompok berisiko, seperti penderita obesitas, hipertensi, atau yang memiliki riwayat keluarga diabetes, belum dilakukan secara sistematis.

Menurutnya, pelayanan kesehatan masih lebih berorientasi pada pengobatan pasien yang sudah sakit dibandingkan upaya aktif menemukan orang yang berisiko.

BPJS Sudah Menyediakan Skrining, Tapi Belum Optimal

Sebenarnya BPJS Kesehatan telah menyediakan layanan Skrining Riwayat Kesehatan yang dapat diakses melalui aplikasi Mobile JKN, situs resmi BPJS, maupun layanan WhatsApp Pandawa.

Mengacu pada Peraturan BPJS Kesehatan Nomor 3 Tahun 2024, skrining tersebut dirancang untuk mendeteksi risiko 14 penyakit, termasuk diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung koroner, hingga gagal ginjal kronis.

Sejak 1 Januari 2026, seluruh peserta BPJS berusia minimal 15 tahun diwajibkan mengisi skrining kesehatan setidaknya sekali dalam setahun.

Hingga 16 Mei 2026, sebanyak 10,4 juta peserta telah mengikuti skrining, melampaui target tahunan sebanyak 6,6 juta peserta. Dari jumlah tersebut, sekitar 4,97 juta orang atau hampir 50 persen teridentifikasi memiliki risiko penyakit tertentu, termasuk diabetes.

BPJS juga menanggung pemeriksaan gula darah secara gratis bagi peserta yang masuk kelompok berisiko, seperti mereka yang berusia di atas 40 tahun, memiliki obesitas, atau riwayat keluarga diabetes.

Namun, tantangan terbesar justru muncul setelah proses skrining awal. Data BPJS menunjukkan hanya sekitar 2,28 juta peserta yang benar-benar melanjutkan pemeriksaan gula darah di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Hal ini menunjukkan bahwa skrining berbasis kuesioner hanya mampu mengidentifikasi risiko, bukan menegakkan diagnosis. Pemeriksaan laboratorium tetap menjadi tahap penting yang masih banyak diabaikan.

Masalah Lama: Preventif Masih Kalah dari Kuratif

Fenomena tingginya kasus diabetes yang tidak terdiagnosis juga mencerminkan persoalan lama sistem kesehatan Indonesia yang masih lebih menitikberatkan pada layanan kuratif dibandingkan preventif.

Padahal, langkah pencegahan seperti pemeriksaan gula darah rutin, edukasi pola makan sehat, aktivitas fisik, dan skrining kelompok berisiko membutuhkan biaya yang jauh lebih rendah dibandingkan penanganan komplikasi.

Sebaliknya, ketika diabetes baru diketahui setelah muncul komplikasi, biaya pengobatan meningkat drastis. Pasien dapat membutuhkan cuci darah seumur hidup akibat gagal ginjal, operasi mata karena retinopati diabetik, tindakan amputasi, hingga perawatan penyakit jantung dan stroke.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan pemerintah terus memperluas layanan skrining melalui Program Cek Kesehatan Gratis.

“Tidak hanya mengendalikan diabetes, tetapi juga mencegah komplikasi turunannya secara menyeluruh. Melalui program Cek Kesehatan Gratis, masyarakat dapat memeriksakan gula darah secara berkala,” ujarnya.

Komplikasi yang Mengintai

Diabetes yang tidak terdeteksi dan tidak terkendali berisiko menimbulkan berbagai komplikasi serius, antara lain:

  • Gagal ginjal yang memerlukan cuci darah rutin.
  • Penyakit jantung dan serangan jantung.
  • Stroke.
  • Retinopati diabetik yang dapat menyebabkan kebutaan.
  • Luka kaki diabetik hingga amputasi.
  • Penurunan kualitas hidup dan produktivitas.

Sebagian besar komplikasi tersebut sebenarnya dapat dicegah apabila diabetes diketahui lebih awal dan ditangani secara tepat.

Langkah yang Bisa Dilakukan Masyarakat

Selain menunggu penguatan sistem kesehatan, masyarakat juga dapat melakukan langkah sederhana untuk mencegah keterlambatan diagnosis, antara lain:

  • Memeriksa gula darah minimal satu kali setahun, terutama bagi yang berusia di atas 35 tahun.
  • Melakukan pemeriksaan lebih rutin jika memiliki obesitas, hipertensi, atau riwayat keluarga diabetes.
  • Memanfaatkan layanan Skrining Riwayat Kesehatan BPJS melalui Mobile JKN karena tersedia secara gratis.
  • Segera melakukan pemeriksaan gula darah di FKTP apabila hasil skrining menunjukkan risiko tinggi.

BPJS Kesehatan juga telah mengembangkan sistem pengingat melalui pesan WhatsApp kepada peserta yang teridentifikasi berisiko agar segera menjalani pemeriksaan lanjutan.

Angka 73 persen penyandang diabetes yang belum terdiagnosis bukan sekadar statistik. Di balik angka tersebut terdapat jutaan orang yang mungkin sedang hidup dengan “gula darah tersembunyi” yang perlahan merusak ginjal, jantung, mata, dan pembuluh darah tanpa gejala yang jelas. Semakin cepat diabetes dikenali, semakin besar peluang mencegah komplikasi dan menjaga kualitas hidup di masa depan.

About Author

TriggerNetMedia

See author's posts

Tags: # fkui# IDF# Survei Kesehatan IndonesiaBPJS Kesehatancek kesehatan gratisdeteksi dini diabetesdiabetes Indonesiadiabetes tidak terdiagnosisGagal ginjalGula DarahKesehatan masyarakatkomplikasi diabetesMobile JKNPencegahan diabetesPenyakit JantungPERKENIProf Em YunirPuskesmasretinopati diabetikskrining diabetesStroke
Previous Post

KPAI: Ancaman Anak Kini Bergeser ke Ruang Digital, Perlindungan Harus Berbasis Pencegaha

TriggerNetMedia

TriggerNetMedia

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

16 Juli 2025
Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

17 November 2021
Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

18 Juli 2025
Status PPPK Paruh Waktu Dihapus, Revisi UU ASN Kembalikan Struktur Dua Pilar

Status PPPK Paruh Waktu Dihapus, Revisi UU ASN Kembalikan Struktur Dua Pilar

26 November 2025
Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

0
2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

0
14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

0
Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

0
Kasus Diabetes Meningkat di Usia Muda, Pemerintah Rancang Label Gula Tinggi

73 Persen Penderita Diabetes di Indonesia Belum Terdiagnosis, Mengapa Deteksi Dini Masih Tertinggal?

23 Juli 2026
KPAI: Ancaman Anak Kini Bergeser ke Ruang Digital, Perlindungan Harus Berbasis Pencegaha

KPAI: Ancaman Anak Kini Bergeser ke Ruang Digital, Perlindungan Harus Berbasis Pencegaha

23 Juli 2026
Dukung Ekstensifikasi Sawit PTPN IV, Krisantus Tekankan Legalitas Lahan dan Hilirisasi

Dukung Ekstensifikasi Sawit PTPN IV, Krisantus Tekankan Legalitas Lahan dan Hilirisasi

23 Juli 2026
Inflasi Kalbar Terkendali, Gubernur Ria Norsan Minta Daerah Waspadai Risiko Semester II

Inflasi Kalbar Terkendali, Gubernur Ria Norsan Minta Daerah Waspadai Risiko Semester II

22 Juli 2026

Recent News

Kasus Diabetes Meningkat di Usia Muda, Pemerintah Rancang Label Gula Tinggi

73 Persen Penderita Diabetes di Indonesia Belum Terdiagnosis, Mengapa Deteksi Dini Masih Tertinggal?

23 Juli 2026
KPAI: Ancaman Anak Kini Bergeser ke Ruang Digital, Perlindungan Harus Berbasis Pencegaha

KPAI: Ancaman Anak Kini Bergeser ke Ruang Digital, Perlindungan Harus Berbasis Pencegaha

23 Juli 2026
Dukung Ekstensifikasi Sawit PTPN IV, Krisantus Tekankan Legalitas Lahan dan Hilirisasi

Dukung Ekstensifikasi Sawit PTPN IV, Krisantus Tekankan Legalitas Lahan dan Hilirisasi

23 Juli 2026
Inflasi Kalbar Terkendali, Gubernur Ria Norsan Minta Daerah Waspadai Risiko Semester II

Inflasi Kalbar Terkendali, Gubernur Ria Norsan Minta Daerah Waspadai Risiko Semester II

22 Juli 2026
  • Kode Etik
  • Kode Prilaku Perusahaan Pers
  • Tentang Kami
  • Redaksi

© 2026 triggernetmedia development

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan

© 2026 triggernetmedia development