triggernetmedia.com – Pj. Bupati Landak, Samuel, memimpin Upacara Peringatan HUT Ke-52 KORPRI Tahun 2023 yang dilaksanakan di Halaman Kantor Bupati Landak, Rabu (29/11).
Dalam acara yang dihadiri oleh sejumlah pejabat dan ASN terkait, Samuel menegaskan pentingnya memperkuat KORPRI sebagai penopang NKRI dan penjaga integritas ASN.
Dalam sambutannya, Samuel menyoroti perubahan zaman yang didorong oleh kemajuan teknologi seperti kehadiran kecerdasan buatan (AI), internet of things (IoT), big data, sistem pemrograman, coding, serta verifikasi biometrik.
Dia menekankan bahwa pendekatan lama dalam menggerakkan pemerintahan tidak lagi relevan, dan digitalisasi dalam layanan pemerintahan menjadi suatu keharusan.
“Saat ini, dunia tidak bisa lagi dijalankan dengan cara-cara lama. Digitalisasi dalam proses, hasil layanan, dan pemasaran produk layanan pemerintahan sudah menjadi kebutuhan,” ungkap Samuel.
Selain itu, Samuel menyoroti pentingnya sistem meritokrasi dalam birokrasi untuk meningkatkan kinerja dan menjaga keadilan serta transparansi.
Ia juga mengajak untuk memastikan bahwa ASN memiliki karir yang pasti, perlindungan yang layak, serta pengelolaan yang efektif dan efisien.
Mengarah pada proses demokrasi besar yang akan datang pada tahun 2024, Samuel menyatakan keyakinannya bahwa KORPRI sebagai organisasi yang telah berpengalaman dalam menghadapi berbagai pemilihan sudah terlatih untuk tetap netral dan setia pada Negara, Pancasila, dan UUD 1945.
“KORPRI harus menjadi pengungkit kinerja birokrasi agar progres pembangunan bisa dirasakan secara positif oleh masyarakat. ASN sebagai aset bangsa berhak atas kesejahteraan yang layak,” tambahnya.
Transformasi digital dalam layanan pemerintahan menjadi fokus utama, dengan Pemerintah mendorong Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) untuk meningkatkan efisiensi dan keterpaduan dalam layanan berbasis digital.
Samuel menyerukan agar KORPRI menguatkan kompetensi digital dan budaya digital di kalangan ASN untuk mendukung layanan digital yang lebih terpadu.
Program-program KORPRI yang ditekankan termasuk peningkatan kualitas pelayanan publik, digitalisasi birokrasi, penguatan ideologi ASN, perlindungan karir, bantuan hukum, dan peningkatan kesejahteraan.
Samuel juga mengajak pengurus KORPRI untuk aktif dalam menangani masalah sosial seperti inflasi, stunting, kemiskinan ekstrem, anak yang tidak sekolah, dan pernikahan anak-anak.





