triggernetmedia.com – Kabupaten Landak telah mencatat 500 kasus demam berdarah dengue (DBD), dengan 9 korban jiwa. Hal ini menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kabupaten Landak.
Bupati Landak periode 2017-2022, Karolin Margret Natasa (KMN), dalam upaya penanganan, mengajak pemda dan masyarakat untuk bersatu dalam mengatasi masalah ini.
Hal tersebut disampaikan Karolin pada penyuluhan dan pencegahan DBD di Kantor Desa Hilir Tengah, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat, Kamis (23/11).
“Kami sangat prihatin dengan kasus DBD yang terjadi saat ini sangat tinggi dan sudah menelan korban jiwa. Untuk itu, kami mengajak pemda dan masyarakat untuk bergerak bersama menangani kasus DBD ini dengan melakukan upaya penanganan dan pencegahan penyebaran DBD di Kabupaten Landak,” ucap Karolin.
Karolin menyarankan Pemerintah Kabupaten Landak untuk mengoordinasikan seluruh instansi terkait guna melakukan pemetaan wilayah yang terdampak, serta memberikan tindakan yang tepat dan cepat.
Dia juga mendorong masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta mengadopsi sosialisasi 3M plus.
“Itu termasuk tindakan tambahan seperti penggunaan obat anti-nyamuk, pemasangan kawat kasa pada jendela, gotong royong membersihkan lingkungan, hingga menanam tanaman pengusir nyamuk,” tutupnya.



