triggernetmedia.com – Penjabat Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, beserta beberapa kepala perangkat daerah, menjalani hari kedua kunjungan kerja mereka di Kabupaten Kapuas Hulu.
Tujuan utama kunjungan ini adalah untuk mengatasi kenaikan harga beras di wilayah tersebut dan menjaga stabilitas pasokan serta harga pangan. Kunjungan tersebut berlangsung, Kamis, (12/10).
Pada saat kunjungan, Pj. Gubernur menjelaskan bahwa salah satu alasan utama kenaikan harga beras di Kapuas Hulu adalah masalah distribusi.
“Salah satu penyebab kenaikan beras di kapuas hulu yaitu angkutannya harus menggunakan truk karena sungainya surut, sehingga mengakibatkan ongkos angkutnya menjadi lebih mahal”, jelas Harrison.
Pemerintah Provinsi dan Badan Urusan Logistik (Bulog) telah mengambil berbagai tindakan untuk mengatasi situasi ini, termasuk melakukan operasi pasar.
Stok beras Bulog diperiksa secara rutin untuk memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat, dan harga beras diawasi agar sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Tidak boleh menjual lebih tinggi dari situ (HET) kecuali memang yang terlalu jauh yang bisa kita tolerir karena ongkos angkutnya memang lebih tinggi dan ini pun Pemerintah Provinsi berencana untuk memberikan subsidi pada ongkos angkutnya”, tambahnya.
Selain itu, Pj. Gubernur mengungkapkan bahwa setiap hari Senin, dia melakukan rapat nasional dengan menteri terkait untuk mengendalikan inflasi, dan ada juga rapat tim pengendalian inflasi di tingkat daerah.
Mereka bekerja sama dengan Polda Kalbar (Kepolisian Daerah Kalimantan Barat) untuk memantau distribusi dan mencegah kenaikan harga akibat tindakan yang tidak bertanggung jawab.
Kepala Bulog Kapuas Hulu, M. Anwar Fuad, menjelaskan bahwa mereka telah menyiapkan beras dan kebutuhan pokok lainnya untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Stok beras di gudang Bulog Kapuas Hulu masih memadai, sekitar 519 ton, yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan selama beberapa bulan. Mereka juga berencana untuk terus memperbarui stok tersebut.
“Kita siapkan 1.000 karung beras atau setara 5 ton. Kemudian untuk yang premium juga sudah siap 1,5 ton, ada telur, tepung terigu, dan daging kerbau beku, juga sudah disiapkan dan itu hanya untuk hari ini saja”, jelasnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Barat, Herti Herawati, menjelaskan bahwa mereka telah meluncurkan program gerakan pangan murah sebagai upaya untuk menekan kenaikan harga beras dan gula pasir di Kapuas Hulu.
Program ini melibatkan subsidi dari anggaran pemerintah provinsi untuk menahan kenaikan harga beras dan gula pasir di pasar.
“Beras premium itu harga umumnya di pasar sangat di bawah sekarang, jadi selisihnya 3 ribu subsidi per kilo, selain beras juga gula pasir yang sekarang naik dan itu selisihnya di pasar umum juga 3 ribu perkilo”, terangnya.











