triggernetmedia.com – Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, dan istrinya Windy Prihastari, menjadi pusat perhatian pada acara Fashion Show Istana Berbatik yang diselenggarakan di Istana Negara Presiden Republik Indonesia, Minggu (1/10).
Pasangan ini memukau para tamu undangan, termasuk Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, dan Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma’ruf Amin, dengan mengenakan pakaian batik tulis khas Pontianak yang sangat indah.
Pakaian batik tersebut diproduksi oleh Kreasi Sungai Putat, yang merupakan salah satu program binaan Dekranasda Kota Pontianak.
Batik tulis khas Pontianak ini memiliki corak yang terinspirasi dari insang, mencerminkan karakter geologi tanah gambut Kota Pontianak yang kaya manfaat.
Presiden Joko Widodo, dalam kesempatan ini, secara resmi membuka acara Fashion Show Istana Berbatik di hadapan seluruh Menteri, Gubernur dari 38 Provinsi se-Indonesia, serta pejabat negara yang hadir.
Beliau mengungkapkan rasa bangga atas kekayaan budaya Indonesia yang diwakili oleh batik, yang bukan hanya sebagai karya seni biasa, tetapi juga merupakan warisan budaya tak benda dunia.
“Dengan simbolisme teknik dan budaya yang sangat melekat dengan Indonesia,” ujar Presiden Joko Widodo, “Bangsa Indonesia patut bersyukur memiliki batik yang bukan hanya sebagai karya seni biasa tetapi merupakan warisan budaya tak benda dunia.”
Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional (HBN), Presiden mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menumbuhkan rasa kebanggaan terhadap seni dan budaya Indonesia serta aktif melestarikannya.
Sementara itu, Harisson, mengajak masyarakat Kalimantan Barat untuk terus menjaga warisan budaya dan seni batik dari leluhur, serta melestarikan batik ini di seluruh daerah Kalbar.
“Batik adalah warisan dari leluhur kita, warisan budaya yang harus terus kita jaga, kita lestarikan, dan terus kita tumbuh kembangkan. Dan tak lupa kita promosikan, seperti kegiatan malam ini,” kata Harisson kepada masyarakat Kalbar.
Harisson juga berharap agar batik khas Kalimantan Barat dapat dikenal di seluruh penjuru dunia, dan ia meminta dukungan untuk mempromosikan batik dan tenun khas Kalbar agar dikenal oleh masyarakat Indonesia maupun masyarakat internasional.




