triggernetmedia.com – Pj. Bupati Landak Samuel menyatakan, salah satu upaya preventif dalam upaya pencegahan penyakit menular dengan memberikan vaksin Japanese Encephalitis (JE) terhadap anak-anak agar memperkuat imunitas (kekebalan) terhadap penyakit tersebut.
“Pelaksanaan imunisasi Japanese Encephalitis (JE) ini bertujuan agar tercapainya pengendalian penyakit JE di daerah endemis dan secara khusus selain memberikan imunitas kepada anak-anak, juga sebagai upaya menurunkan angka kesakitan Acute Encephalitis Syndrome (AES) dan kematian oleh JE,” kata Samuel pada Pencanangan Imunisasi Japanese Encephalitis (JE) di Kabupaten Landak dipusatkan di Aula Besar Kantor Bupati Landak. Selasa (26/9/2023).
Dikatakan, Japanese Encephalitis adalah penyakit radang otak yang terjadi karena virus JE dan ditularkan oleh nyamuk culex, yang menjadi penyebab radang otak, dan yang paling sering ditemukan di wilayah Asia dan beberapa negara di kawasan Pasifik Barat, tak terkecuali di Indonesia.
“Di Kabupaten Landak dari tahun 2015 hingga tahun 2023 sudah ada empat kasus JE positif dimana pada tahun 2023 ditemukan satu kasus JE positif di Desa Tiang Tanjung Kecamatan, Mempawah Hulu,” ungkap Samuel.
Samuel menjelaskan, imunisasi JE massal di Kabupaten Landak digelar 26 September hingga November 2023 mendatang. Imnunisasi JE ini menyasar balita usia 9 bulan dan anak-anak kurang dari 15 tahun,
“Untuk tempat pelaksanaan imunisasi JE ini tersebar di posyandu, dan sekolah PAUD/TK, SD, SMP serta pada tahun 2024 akan dilanjutkan sebagai imunisasi rutin di usia 10 bulan di posyandu. Kita harapkancapaian imunisasi masal sukses mencapai 95 persen terlaksana, dan tidak ada lagi kasus JE positif yang ditemukan di Kabupaten Landak,” kata Samuel.
Penjabat Bupati Landak ini meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Landak selaku leading sector untuk mengawal pelaksanaan imunisasi JE. Hal ini dimaksudkan agar semua sasaran imunisasi bisa diberikan tanpa ada halangan atau hambatan, khususnya di Kabupaten Landak.
“Dukungan semua pihak, rekan-rekan Forkopimda dan juga para Kepala OPS, Kepala Organisasi, tokoh adat, tokoh Masyarakat, tokoh agama, sekolah terutama para kepala sekolah untuk membantu mendukung program imunisasi ini. tentu dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Landak sebagai leading sector yang telah melakukan sosialisasi dan pemberitahuan. Untuk itu, kerjasama, koordinasi dan sinergi semua pihak lintas sektor, kolaborasi antar OPD dan semua elemen masyarakat yang terlibat dapat turut mensukseskan imunisasi ini,” pesan Samuel.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Landak, Subanri menyebut, sasaran imunisaisi JE terhadap anak usia 9 bulan sampai dengan kurang 15 tahun berjumlah 98.240 jiwa (PUSDATIN).
“Jumlah vaksin yang telah diterima sebanyak 27.500 Vial (yakni 1.000 dosis. Vaksin dan logistik pendukung pelaksanaan imunisasi massal JE bersumber dari Kementerian Kesehatan dan sudah didistribusikan ke semua puskesmas,” kata Subanri.



