triggernetmedia.com – Pj. Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalimantan Barat, Windy Prihastari, menjadi narasumber podcast yang diselenggarakan oleh Tribun Pontianak, Jumat (15/9). Dalam kesempatan ini, Ia memaparkan upaya promosi fashion dan kriya khas Kalimantan Barat yang sedang gencar dilakukan.
Windy menceritakan bahwa ia telah dipilih oleh Ketua Dekranasda sebagai perwakilan Kalimantan Barat di Event Kriyanusa. Dalam event tersebut, ia tampil mengenakan Kain Tenun Ikat khas Sintang, dengan tujuan untuk memperkenalkan dan mempromosikan karya perajin lokal Kalimantan Barat.
Tidak hanya Kain Tenun Ikat Sintang, Kalimantan Barat juga memamerkan seluruh tenun khas daerah tersebut melalui sebuah Fashion Show yang menarik perhatian. Dalam wawancara tersebut, Windy Prihastari menyampaikan potensi besar yang dimiliki Kalimantan Barat dalam industri fashion dan kriya.
“Potensi dan peluangnya sangat besar sekali, dalam memajukan fashion maupun kriya. Fashion itu kan didalamnya ada Wastra-wastra, artinya tenun-tenun khas Kalimantan Barat yang bisa kita tampilkan,” ungkapnya.
Windy juga menekankan pentingnya promosi dalam mengenalkan produk-produk lokal tersebut kepada masyarakat lebih luas. Menurutnya, dengan upaya yang lebih gencar, desainer-desainer Kalimantan Barat dapat bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
“Kedepan kita akan gencar dan terus mempromosikannya, bagaimana tenun-tenun khas Kalbar Itu yang di desain desainer-desainer Kalimantan Barat mampu bersaing dan mendapatkan tempat di hati masyarakat, sehingga bisa ikut bersaing di tingkat nasional bahkan tingkat internasional. Kalau tidak dipamerkan, orang tidak tau, jadi harus lebih banyak promosi-promosi di setiap kegiatan,” imbuhnya.
Dalam konteks ini, Dekranasda juga berkomitmen untuk memberikan program pelatihan dalam manajemen usaha kepada para pengrajin. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengrajin dalam mengelola usaha mereka dengan baik.
“Jika kita lihat para perajin – perajin kita bisa lebih banyak dari ibu rumah tangga. Oleh karenanya kita harus memiliki manajemen usaha yang baik, sehingga mereka bisa terkoordinir dengan baik, dan bisa menghasilkan produk-produk yang sesuai dengan permintaan pasar dengan kualitas yang baik,” jelas Windy.
Tidak hanya itu, kinerja Dekranasda dalam pendataan dan pembinaan perajin dinilai sangat baik dan potensial oleh Dekranas Pusat. Pada tahun 2024, Kalimantan Barat bahkan akan menjadi Provinsi pertama yang ditunjuk sebagai tempat dan contoh bagi provinsi lain dalam pembinaan para penenun.
Windy juga memuji desainer-desainer Kalimantan Barat yang telah berhasil menjadikan hasil tenun-tenun menjadi pakaian sehari-hari yang fashionable, menarik minat para anak muda.
“Dengan kreativitas mereka, pakaian yang menggunakan hasil kain tenun tetap terlihat fashionable dan menarik minat para anak-anak muda,” tambahnya.



