triggernetmedia.com – Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, menerima kunjungan Deputi V Kepala Staf Kepresidenan, Jaleswari Pramodhawardani, beserta jajarannya di Ruang Praja 1 Kantor Gubernur Kalbar, Jumat (8/9).
Tujuan pertemuan tersebut adalah untuk berkoordinasi bersama jajaran Pemerintah Provinsi Kalbar terkait penyelenggaraan Festival Hak Asasi Manusia (HAM) yang dijadwalkan akan berlangsung di Kota Singkawang pada tanggal 16 hingga 19 Oktober 2023.
Festival HAM ini bertujuan untuk memberikan penghargaan terhadap pencapaian dalam penghormatan dan pemenuhan Hak Asasi Manusia, mencakup Hak Sipil, Hak Politik, dan Hak Ekonomi.
Selain itu, acara ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk menyebarluaskan konsep dan praktik Hak Asasi Manusia di berbagai Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat serta memungkinkan pertukaran pengalaman antara Kepala Daerah, masyarakat sipil, dan pihak terkait dalam implementasi Hak Asasi Manusia.
Dalam audiensi ini, Harisson, menyatakan dukungannya terhadap acara ini dan berkomitmen untuk membahas lebih lanjut bersama pihak-pihak terkait.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalbar, kami mendukung penuh acara ini dan teknisnya nanti akan dibicarakan dalam kepanitiaan. Jadi nanti akan ada kepanitiaan yang terdiri dari Perangkat Daerah Provinsi dan Kota Singkawang serta pemangku kepentingan terkait,” ungkap Harisson.
Dalam kesempatan yang sama, Deputi V KSP, Jaleswari Pramodhawardani, mengungkapkan bahwa persiapan untuk Festival HAM Kota Singkawang Tahun 2023 perlu dimulai segera agar acara tersebut dapat berjalan dengan lancar.
“Kami ingin menyampaikan bahwa Festival HAM di Kota Singkawang akan berlangsung dalam waktu kurang lebih 38 hari lagi (1 bulan 8 hari). Oleh karena itu, kami dari KSP ingin mengajukan usulan terkait langkah-langkah yang harus diambil selama 38 hari ke depan. Sebelumnya, kami juga telah mengadakan rapat koordinasi awal,” kata Jaleswari Pramodhawardani.
Ia juga menekankan perlunya kebijakan dan keputusan dari Penjabat Gubernur terkait pelaksanaan Festival HAM Tahun 2023.
“Kami sebagai satu tim, baik dari pemerintah, kolaborasi dengan masyarakat sipil, dan berbagai pihak pemangku kepentingan lainnya, berkomitmen untuk menyukseskan Festival HAM ini, karena peserta yang diharapkan tidak hanya berasal dari tingkat lokal dan nasional, tetapi juga internasional,” tambahnya.










