triggernetmedia.com – Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, mengungkapkan pentingnya pelatihan pengisian aplikasi Evaluasi Perkembangan Desa/Kelurahan (Epdeskel) dan Pengelolaan Profil Desa/Kelurahan (Prodeskel) bagi seluruh lurah dan camat se-Kota Pontianak. Dalam sebuah acara sosialisasi di Ruang Rapat Kantor Wali Kota, Rabu (6/9).
Bahasan menyatakan bahwa penggunaan kedua aplikasi tersebut akan menjadi penentu program dan kebijakan di tingkat kelurahan maupun kecamatan.
“Tanpa data yang ada di aplikasi itu, bagaimana kita mengukur (pembangunan) suatu wilayah itu berkembang atau tidak. Persentase berkembangnya seperti apa, atau tetap, ada kemajuan atau tidak. Artinya sangat efektif kalau memang data itu akurat,” ungkap Bahasan.
Bahasan juga mencatat bahwa masih ada sumber daya yang belum memahami dengan baik penggunaan aplikasi tersebut. Oleh karena itu, melalui bimbingan lebih lanjut dari ahlinya, para aparatur kelurahan diharapkan dapat dengan mudah mengisi kedua aplikasi tersebut.
Pemerintah Kota Pontianak, melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kota Pontianak, telah mengundang pemateri dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Barat untuk memberikan pelatihan ini.
“Saya harap camat dan lurah serta perangkatnya di wilayah dapat mengikuti sosialisasi ini dengan baik dan langsung menjalankannya. Kita ingin masyarakat mendapat manfaat yang jelas,” ujar Bahasan.
Sekretaris DP2KBP3A Kota Pontianak, Sintya Augustianti, menjelaskan bahwa agenda pelatihan ini merupakan wujud pembinaan dan pengawasan Pemkot Pontianak sesuai amanat Menteri Dalam Negeri.
Setiap tahun, lomba kelurahan digelar mulai dari tingkat kecamatan hingga nasional, dan kelurahan yang mengikuti lomba harus menginput data Epdeskel dan Prodeskel selama dua tahun terakhir sebagai salah satu syarat pemenang.
“Untuk kedepan kami mengingatkan kepada camat untuk memperhatikan hal tersebut dalam memilih kelurahan yang mengikuti lomba mewakili kecamatan, karena merupakan syarat,” terangnya.
Tidak hanya sebagai pemenuhan syarat lomba, pengisian data di aplikasi Epdeskel dan Prodeskel seharusnya dilakukan oleh seluruh kelurahan. Hal ini karena hasil analisis pengisian aplikasi tersebut akan menjadi data di tingkat nasional serta mencerminkan perkembangan Pemkot Pontianak.
“Dan menjadi acuan untuk merencanakan kegiatan, pembinaan khusus terhadap kelurahan yang kurang berkembang. Kami memberikan penghargaan kepada aparat yang telah turut serta dalam kegiatan yang diselenggarakan pada hari ini,” tutupnya.
sumber berita: kominfo/prokopim



