triggernetmedia.com – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, memimpin Gelar Pasukan Gabungan Siap Kesiagaan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Provinsi Kalimantan Barat, Rabu (2/8).
Saat ini, Kalbar sedang mengalami musim kemarau El-Nino yang berpotensi menyebabkan bencana asap.
Berdasarkan data tanggal 30 Juni 2023, sekitar 5.768,73 hektar lahan di Kalimantan Barat telah terbakar akibat Karhutla.
Gubernur mengungkapkan kekhawatirannya bahwa bencana asap ini bisa semakin meluas dan berdampak negatif pada aktivitas masyarakat.
Oleh karena itu, penanganan Karhutla harus segera diantisipasi dan ditangani dengan cepat dan terpadu.
“Kita telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Asap dan mendapatkan bantuan dukungan helikopter dari BNPB sebanyak 5 unit yang terdiri dari 3 unit heli patroli dan 2 unit heli water at, bombing,” ungkapnya.
Gubernur juga menyatakan bahwa musim kemarau diperkirakan akan berlangsung pada periode bulan Juli hingga Oktober, yang berarti potensi bahaya Karhutla akan berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama.

Mengacu pada Perda Nomor 1 Tahun 2022 Tentang Pembukaan Lahan Berbasis Kearifan Lokal oleh Masyarakat, penting bagi aparat berwenang untuk mengawasi dan mengamankan lahan agar tidak terjadi Karhutla yang bisa menyebabkan bencana asap.
Dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla, Sutarmidji menekankan perlunya koordinasi yang lebih intensif antara semua pihak terkait, termasuk pemerintah, aparat keamanan, dan sektor swasta.
Dia juga menginstruksikan kepada pemangku kepentingan di tingkat desa dan kelurahan untuk meningkatkan sosialisasi tentang penanganan Karhutla dan Status Siaga Darurat Bencana Kabut Asap kepada masyarakat agar seluruhnya dapat lebih waspada.
“Jangan sampai tidak mengetahui penetapan Status Siaga ini. Selanjutnya, kami minta kepada seluruh petugas, baik itu petugas pemadam kebakaran, petugas penanggulan bencana daerah, maupun Manggala Agni agar tetap siaga dan memastikan peralatan sudah siap setiap saat,” pintanya kepada pasukan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Manggala Agni, dan Basarnas, di Lapangan Tidayu Kodam XII Tanjungpura.
Gubernur juga menyoroti kondisi lahan di Kalimantan Barat, di mana sekitar 2,8 juta hektar lahan gambut telah mengalami kerusakan ringan, sedang, dan berat.
“Hanya lebih 1 persen saja yang dalam kondisi masih sangat alami, 99 persen sudah mengarah ke rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat. Mari, bersinergi dan lebih peduli dengan lingkungan kita untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan,” ajak Sutarmidji.
Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Kalimantan Barat juga mengecek kesiapan pasukan bersama Pangdam XII Tanjungpura dan Kapolda Kalbar dengan menaiki kendaraan militer.
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, dan jajaran Forkopimda Provinsi Kalbar serta beberapa Kepala Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemprov Kalbar juga turut hadir dalam acara tersebut.










