triggernetmedia.com – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, beserta rombongan, menghadiri acara penyerahan bantuan untuk Masjid Al-Khair di Dusun Sepakat Jaya, Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, Rabu (26/7).
Acara ini berlangsung setelah selesai menghadiri proses pembangunan Tugu Juang Daerah di Kecamatan Tumbang Titi.
Dalam acara penyerahan bantuan tersebut, Gubernur Sutarmidji menyerahkan dana hibah sebesar 50 juta rupiah kepada pengurus Masjid Al-Khair.
Selain itu, juga diserahkan Alquran dan kain sarung untuk seluruh jamaah yang hadir. Sebelum penyerahan bantuan, Gubernur dan rombongan juga melaksanakan sholat ashar bersama dengan jamaah yang hadir.
Dalam sambutannya, Gubernur Sutarmidji menyatakan bahwa bantuan tersebut merupakan hasil dari upaya untuk mengakomodir usulan dari masyarakat, dengan tetap memprioritaskan validasi dan prioritas.
“Bantuan saat ini tidak besar, tapi menyeluruh untuk semua proposal bagi yang sudah divalidasi dan prioritas. Kecuali masuknya bulan april, tunggu tahun depan”, jelasnya.

Lebih lanjut, Gubernur berharap bahwa bantuan ini dapat menjadi stimulus bagi umat untuk terus meningkatkan keimanan, ketaqwaan, dan kompetensi dalam beragama serta dalam berbangsa dan bernegara.
Ia mengajak umat Islam untuk lebih memahami ajaran agama, terutama dalam menghadapi tantangan kehidupan yang semakin berat.
Gubernur juga memberikan dorongan kepada anak-anak untuk terus mengejar pendidikan yang layak, agar mereka memiliki kompetensi yang baik untuk menghadapi masa depan, “Saya harap anak – anak mengenyam pendidikan yang layak”, harapnya.
Selain itu, Sutarmidji juga menyinggung tentang pentingnya menjaga kondusifitas dalam menghadapi Pemilu tahun 2024.
Ia mengingatkan masyarakat untuk tetap menghormati hasil pemilihan, dan mengajak semua pihak untuk menjalani proses pemilu dengan damai, tanpa ada konflik yang merugikan.
Mengakhiri sambutannya, Gubernur memberikan motivasi kepada seluruh desa yang ada di Kecamatan Nanga Tayap untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan desanya.
Ia menyadari bahwa belum banyak desa di wilayah tersebut yang masuk dalam kategori Desa Mandiri, dan mengharapkan adanya upaya pembenahan yang dilakukan oleh masyarakat secara bersama-sama.










