triggernetmedia.com – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono beserta istri, Yanieta Arbiastutie mengenakan pakaian adat Melayu Pontianak, telok belanga dan baju kurung, bersama 60 peserta dari Kota Pontianak ikut berparade pada karnaval yang diikuti kota-kota se-Indonesia, Rabu (12/7) malam.
Pada acara Karnaval dan Pawai Budaya dalam rangkaian Rakernas Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) XVI di Makassar, Sulawesi Selatan, dua kostum yang menjadi pusat perhatian adalah ‘Delegacy of Meriam Karbit’ dan ‘Equator Van Borneo’, yang menggambarkan ikon khas Kota Pontianak.
Kostum ‘Delegacy of Meriam Karbit’ menggambarkan permainan rakyat tradisional di Kota Pontianak, yaitu meriam karbit. Permainan ini menjadi tradisi warga setempat setiap kali menyambut bulan Ramadan dan Idulfitri.
Sedangkan kostum ‘Equator Van Borneo’ menggambarkan ikon Kota Pontianak, yaitu Tugu Khatulistiwa. Tugu Khatulistiwa merupakan titik perlintasan garis Khatulistiwa, yang menjadi salah satu daya tarik wisata di kota tersebut.
Deni Slamet, seorang desainer kostum yang merancang kedua kostum tersebut, menjelaskan bahwa pembuatan kostum tersebut membutuhkan waktu 14 hari, salah satu kesulitan yang dihadapi adalah waktu yang terbatas, namun dengan bantuan seorang asistennya Ia berhasil menyelesaikan pekerjaannya.
Kostum tersebut mendapat apresiasi dari penonton, termasuk Rika, seorang warga Makassar yang menganggap desain kostum tersebut unik dan elegan.
“Tadinya saya tidak tahu apa makna meriam karbit dan Tugu Khatulistiwa yang ditampilkan oleh Kota Pontianak, dan sekarang saya sudah tahu bahwa kedua ikon itu adalah ciri khas yang ada di sana,” ungkap Rika.
Selain itu Ia juga mengapresiasi digelarnya acara tersebut sebagai pengenalan budaya-budaya dari berbagai kota di Indonesia.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyambut baik kegiatan Karnaval dan Pawai Budaya ini sebagai momen untuk memperkenalkan potensi dan keanekaragaman budaya dari setiap daerah.
Ia juga mengapresiasi kreativitas desainer muda dalam merancang kostum-kostum tersebut, serta memberikan dorongan bagi anak-anak muda untuk mengembangkan kreativitas mereka.
“Silakan para desainer berkreasi untuk menuangkan ide dan karyanya sesuai kearifan lokal supaya kreativitas anak-anak muda berkembang,” ujar Wali Kota.
Secara keseluruhan, partisipasi Kota Pontianak dalam acara ini berhasil menampilkan ciri khas budaya mereka melalui kostum-kostum yang unik dan kreatif, serta ikon-ikon yang melambangkan identitas Kota Pontianak.
sumber berita: prokopim

