Trigger Netmedia
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
Trigger Netmedia
No Result
View All Result
Home Internasional

China Dituduh Lakukan Pelanggaran HAM Serius Atas Etnik Uighur di Xinjiang

TriggerNetMedia by TriggerNetMedia
2 September 2022
in Internasional, News, Sorotan, Sospolhukam
0
China Dituduh Lakukan Pelanggaran HAM Serius Atas Etnik Uighur di Xinjiang

BBC

0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

triggernetmedia.com – PBB menuduh China melakukan “pelanggaran hak asasi manusia yang serius” dalam laporan yang telah lama ditunggu-tunggu tentang dugaan pelanggaran penyiksaan di Provinsi Xinjiang.

Laporan ini diterbitkan di tengah tekanan dari China agar tidak mengumumkannya – Beijing menggambarkan laporan itu sebagai “lelucon” yang dipimpin oleh AS dan negara-negara Barat.

Laporan yang mengeklaim adanya pelanggaran HAM atas warga etnik Uighur dan etnik minoritas lainnya, telah dibantah oleh China.

Tim penyelidik mengatakan mereka menemukan bukti-bukti kredibel mengenai penyiksaan terhadap orang-orang Uighur.

Mereka mencatat anggota komunitas Muslim Uighur menghadapi “sistem penahanan sewenang-wenang” dan beberapa di antara mereka menjadi sasaran “pola perlakuan yang buruk”.

Dugaan pelanggaran itu termasuk “insiden kekerasan seksual berbasis gender”, perawatan medis paksa, serta “penegakan diskriminatif kebijakan keluarga berencana dan pengendalian kelahiran”.

Laporan itu merekomendasikan agar China segera mengambil langkah-langkah guna membebaskan “semua individu yang dirampas kebebasannya secara sewenang-wenang”.

Kesimpulan laporan itu juga menyebutkan bahwa beberapa tindakan Beijing dapat dianggap sebagai “kejahatan terhadap kemanusiaan”.

Lebih dari satu juta orang diperkirakan telah ditahan di kamp-kamp di wilayah Xinjiang, di kawasan timur laut China.

Sejumlah negara sebelumnya menggambarkan tindakan China di Xinjiang sebagai genosida.

Tetapi Beijing – yang sudah membaca laporan itu sebelumnya – menyangkal tuduhan pelanggaran dan berpendapat bahwa kamp-kamp itu merupakan instrumen untuk memerangi terorisme.

Laporan itu diumumkan pada hari terakhir masa jabatan Michelle Bachelet sebagai komisaris tinggi PBB untuk hak asasi manusia.

Dugaan pelanggaran HAM terhadap warga etnik Uighur menjadi persoalan yang paling banyak menyita perhatian selama Bachelet menjabat dalam empat tahun terakhir.

Kantor HAM PBB mengindikasikan bahwa penyelidikan atas tuduhan genosida di Xinjiang sudah berlangsung lebih dari setahun silam.

Tetapi laporan ini tertunda beberapa kali, yang mengarah pada tuduhan oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia Barat, bahwa Beijing menekan Bachelet supaya tidak mengumumkannya.

Dan bahkan, sampai masa-masa terakhir jabatannya, China terus saja mendesak agar dia tidak merilisnya.

Dalam konferensi pers Kamis lalu, dia mengakui bahwa dia berada di bawah “tekanan luar biasa agar mempublikasikan atau tidak mempublikasikan” laporan tersebut.

John Fisher, pimpinan Human Rights Watch, memuji pencapaian Bachelet atas hasil penyelidikan itu, namun memperingatkan bahwa mereka berisiko “dibayang-bayangi bila Anda gagal mengumumkan laporan Anda tentang Xinjiang sebelum meninggalkan jabatan”.

“Uighur dan korban-korban lainnya telah mempercayakan Anda untuk melaporkan sejauh mana pelanggaran yang mereka hadapi,” katanya. “Jika Anda tidak membela korban, siapa lagi?”

Dan, Duta Besar Inggris untuk Dewan HAM PBB, Rita French, berujar “penting bagi kita semua bahwa tidak ada negara yang bebas dari pengawasan obyektif pada catatan hak asasi manusianya, dan bahwa tidak ada negara yang diizinkan untuk menghalang-halangi suara independen dari komisaris tinggi HAM PBB.”

Awal tahun ini, BBC memperoleh bocoran dokumen yang mengungkap pemerkosaan massal, pelecehan seksual dan penyiksaan orang-orang Muslim Uighur secara terorganisir di jaringan kamp-kamp.

Dokumen Kepolisian Xinjiang, yang didapatkan BBC, mengungkapkan adanya upaya penargetan kepada komunitas Uighur atas perintah yang mengarah kepada pemimpin China, Xi Jinping.

Dan pada 2020, Menteri Luar Negeri Inggris saat itu, Dominic Raab, menuduh China melakukan pelanggaran hak asasi manusia yang “mengerikan dan mengerikan” terhadap warga Muslimnya.

Tuduhan itu muncul setelah sebuah video beredar yang memperlihatkan orang-orang Uighur ditutup matanya dan dibawa ke dalam kereta api.

Rekaman itu memicu kecaman internasional, tetapi Liu Xiaoming, yang saat itu menjadi Duta Besar China untuk Inggris, bersikeras bahwa “tidak ada kamp konsentrasi seperti itu di Xinjiang” saat tampil di acara Andrew Marr di BBC.

 

Apa yang dikatakan Cina?

Melansir suara.com, China membantah semua tuduhan pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang.

Menanggapi dokumen Kepolisian Xinjiang, Juru bicara Kementerian Luar Negeri China mengatakan kepada BBC bahwa dokumen-dokumen itu adalah “contoh terbaru dari suara-suara anti-China yang mencoba untuk menjelek-jelekkan China”.

Dia mengatakan Xinjiang menikmati stabilitas dan kemakmuran, warganya hidup bahagia, serta kebutuhan kehidupan yang sudah terpenuhi.

China mengatakan tindakan keras di Xinjiang diperlukan untuk mencegah terorisme dan membasmi ekstremisme Islam.

Dan menurut Beijing, kamp-kamp itu adalah alat yang efektif untuk mendidik kembali para narapidana dalam upaya memerangi terorisme.

Dia menegaskan bahwa kelompok militan Uighur melancarkan kampanye kekerasan guna berdirinya negara merdeka.

Dikatakan kelompok militan ini merencanakan aksi pemboman, sabotase, dan kerusuhan sipil.

Namun, menurutnya, tindakan Beijing untuk mencegah terorisme itu dibesar-besarkan sebagai ancaman untuk membenarkan penindasan terhadap orang-orang Uighur.

China juga menolak klaim bahwa mereka berusaha mengurangi populasi warga Uighur melalui program sterilisasi massal.

Mereka menyebutnya sebagai tuduhan yang “tidak berdasar”. Beijing juga menegaskan adanya tuduhan kerja paksa itu “sepenuhnya dibuat-buat”.

About Author

TriggerNetMedia

See author's posts

Tags: ChinaPBBPelanggaran HAMUighur
Previous Post

Dubes RI untuk Jepang Fasilitasi Dua Capaian Kerja Sama Konkret Indonesia Jepang

Next Post

Cerita Para Pemuda Bali yang Beralih Menjadi Petani Cerdas

TriggerNetMedia

TriggerNetMedia

Next Post
Cerita Para Pemuda Bali yang Beralih Menjadi Petani Cerdas

Cerita Para Pemuda Bali yang Beralih Menjadi Petani Cerdas

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

16 Juli 2025
Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

17 November 2021
Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

18 Juli 2025
Status PPPK Paruh Waktu Dihapus, Revisi UU ASN Kembalikan Struktur Dua Pilar

Status PPPK Paruh Waktu Dihapus, Revisi UU ASN Kembalikan Struktur Dua Pilar

26 November 2025
Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

0
2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

0
14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

0
Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

0
Kalbar Luncurkan Open API dan QRIS Dinamis, Percepat Digitalisasi Pembayaran Pajak Daerah

Kalbar Luncurkan Open API dan QRIS Dinamis, Percepat Digitalisasi Pembayaran Pajak Daerah

5 Agustus 2026
Deposit Judol Mulai Rp5.000 via QRIS, DPR Desak Pemerintah Perketat Pengawasan Transaksi Digital

Deposit Judol Mulai Rp5.000 via QRIS, DPR Desak Pemerintah Perketat Pengawasan Transaksi Digital

5 Agustus 2026
Jangan Lewatkan Vitamin A! Ini Manfaat dan Jadwal Pemberian untuk Bayi dan Balita

Jangan Lewatkan Vitamin A! Ini Manfaat dan Jadwal Pemberian untuk Bayi dan Balita

5 Agustus 2026
Viral Keluhan Pasien Tunggu 8 Jam di IGD, Kini Jadi Sorotan

Viral Keluhan Pasien Tunggu 8 Jam di IGD, Kini Jadi Sorotan

5 Agustus 2026

Recent News

Kalbar Luncurkan Open API dan QRIS Dinamis, Percepat Digitalisasi Pembayaran Pajak Daerah

Kalbar Luncurkan Open API dan QRIS Dinamis, Percepat Digitalisasi Pembayaran Pajak Daerah

5 Agustus 2026
Deposit Judol Mulai Rp5.000 via QRIS, DPR Desak Pemerintah Perketat Pengawasan Transaksi Digital

Deposit Judol Mulai Rp5.000 via QRIS, DPR Desak Pemerintah Perketat Pengawasan Transaksi Digital

5 Agustus 2026
Jangan Lewatkan Vitamin A! Ini Manfaat dan Jadwal Pemberian untuk Bayi dan Balita

Jangan Lewatkan Vitamin A! Ini Manfaat dan Jadwal Pemberian untuk Bayi dan Balita

5 Agustus 2026
Viral Keluhan Pasien Tunggu 8 Jam di IGD, Kini Jadi Sorotan

Viral Keluhan Pasien Tunggu 8 Jam di IGD, Kini Jadi Sorotan

5 Agustus 2026
  • Kode Etik
  • Kode Prilaku Perusahaan Pers
  • Tentang Kami
  • Redaksi

© 2026 triggernetmedia development

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan

© 2026 triggernetmedia development