triggernetmedia.com – Rektor Universitas Tanjungpura Prof. Dr. Garuda Wiko menyatakan, Institusi Pendidikan, khususnya Universitas Tanjungpura telah berkontribusi aktif dengan mengambil peran dalam upaya transisi energi.
“Tidak hanya melalui pemanfaatan energi baru terbarukan, Institusi Pendidikan turut berperan sebagai sentra pengembangan ilmu pengetahuan melalui kajian ilmiah dan riset, peningkatan sumber daya manusia, serta peningkatan mutu dalam hal pengembangan pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia,” ujarnya belum lama ini dalam Dies Natalis Untan ke-63 tahun 2022 di Pontianak.
“Tentunya hal tersebut juga mendukung pengenalan energi terbarukan sebagai energi bersih yang merupakan wujud energi di masa depan kepada para pelajar yang merupakan bagian dari generasi muda,” timpalnya.
Seperti diketahui, belum lama ini, SUN Energy sebagai perusahaan pengembang proyek energi surya yang telah mencatatkan proyek lebih dari 250 MWp di kawasan Asia Pasifik, dan kembali menambah portofolio proyek ke-8 di Kawasan Institusi Pendidikan.
Kekinian, Universitas Tanjungpura di Pontianak, Kalimantan Barat yang akan memecahkan rekor sebagai PLTS dengan kapasitas terbesar di antara institusi pendidikan lainnya di Indonesia, yakni berkapasitas 1,5 MWp.
Dirjen Dikti Kemdikbudristek, Bapak Prof. Ir. Nizam, Gubernur Kalimantan Barat, Bapak H. Sutarmidji, dan Rektor Universitas Tanjungpura, Prof. Dr. Garuda Wiko, turut ambil peran dalam mewujudkan proyek strategis ini.
“Bersamaan dalam rangka Dies Natalis Universitas Tanjungpura, kami terus bergerak dengan menekankan nilai inovasi dan kolaborasi. Sama halnya dalam pengadaan PLTS di Universitas Tanjungpura, kami hadirkan melalui kolaborasi yang dilakukan dengan pelaku industri, PT Wika Industri Energi dan SUN Energy, yang nantinya menghasilkan inovasi, utamanya pada bidang energi baru terbarukan,” beber Rektor Universitas Tanjungpura Prof. Dr. Garuda Wiko, disela Groundbreaking PLTS Universitas Tanjungpura, belum lama ini.
Mendukung hal tersebut, Chief Commercial Officer SUN Energy, Dionpius Jefferson menyebut, SUN Energy sebagai salah satu perusahaan pengembang energi surya yang telah berkembang secara eksponensial. Instalasi sistem PLTS yang terus digulirkan tentunya diharapkan dapat membawa dampak terhadap pemenuhan target bauran energi yang telah ditetapkan.
“Dengan komitmen kami untuk terus memberikan layanan dengan akses seluas-luasnya kepada berbagai sektor untuk beralih menggunakan energi bersih, tentu kami tujukan demi terwujudnya Indonesia Bebas Emisi Karbon pada tahun 2060 mendatang,” jelasnya.
“Selain itu, SUN Energy juga berterima kasih atas kepercayaan para mitra dari berbagai sektor, seperti sektor pendidikan yang semakin masif memberikan ruang bagi kami untuk berkontribusi dalam mengakselerasi upaya transisi energi melalui pengembangan PLTS di Indonesia,” sambung Dionpius Jefferson.
Setelah mencatatkan tujuh proyek PLTS di institusi pendidikan sebelumnya; Institut Teknologi Sumatera (ITERA); Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang; Politeknik Bengkalis; Universitas Diponegoro; Institut Teknologi Bandung; Institut Teknologi Del; dan Universitas HKBP Nommensen Sumatera Utara, SUN Energy berharap bahwa kehadiran sistem PLTS dapat memberikan nilai tambah tersendiri bagi institusi pendidikan.
Melalui kolaborasi yang dilakukan antar SUN Energy dengan PT Wika IndustriEnergi sebagai pengembang teknologi tenaga surya, kedua pihak berharap dengan hadirnya PLTS di Institusi Pendidikan mampu menjadi bagian dari aktivitas pendidikan, terutama dalam menunjang proses pembelajaran para civitas akademika dalam mengembangkan ilmu pengetahuan seputar energi baru terbarukan di Indonesia.
Tentang SUN Energy
Berdiri sejak tahun 2016, SUN Energy merupakan perusahaan pengembang proyek tenaga surya yang menyediakan layanan terintegrasi bagi para pelanggan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan di wilayah Asia Pasifik. Berkomitmen menjadi perusahaan berkelas internasional.
SUN Group secara komprehensif menjadi pemimpin dalam ekosistem energi baru terbarukan di Asia Pasifik khususnya Indonesia, melalui empat unit bisnis utama.
Meliputi SUN Energy yang menawarkan solusi sistem energi surya pada bangunan berskala besar; SUNterra yang menyediakan teknologi energi surya bagi pelanggan residensial; SUN Solutions yang mengedepankan layanan energi surya berbasis kebutuhan konsumen; serta SUN Mobility yang mendukung infrastruktur transportasi ramah lingkungan melalui pembangunan stasiun pengisian kendaraan listrik tenaga surya.
Bertujuan untuk mencapai 2 GWp di tahun 2025, perusahaan membawa visi untuk memberikan nilai tambah kepada para pelanggan dalam aksi nyata mengurangi dampak perubahan iklim. Hingga kini, SUN Group telah mempekerjakan lebih dari 100 karyawan dan memiliki lebih dari 200 MWp proyek sistem tenaga surya di Indonesia, Thailand, Taiwan dan Australia.




