triggernetmedia.com – Satryo nama lengkapnya. Pria kelahiran Pontianak, Kalimantan Barat, 3 Februari 1963 ini merupakan anak ke 5 dari 7 bersaudara. Kedua orang tuanya merupakan pensiunan TNI-AD. Bermula di Universitas Tanjungpura Pontianak jurusan Hukum Tata Negara ini membawanya bergelar sarjana hukum (SH) selama selama 3,6 tahun (cumlaude).
Satryo Peduli, itulah tekadnya. Calon pemimpin masa depan ini pun diharapkan masyarakat lebih perhatian kepada rakyat yang selama ini belum disuarakan.
“Kaleidoskop dari tahun ke tahun belum ada yang memperjuangkan kebutuhan perekonomian pedagang kaki lima di Kota Pontianak ini,” ungkap Satryo di bilangan jalan utama di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (17 (11/2021).
Menurutnya, pandemi COVID-19 membuat ekonomi rakyat semakin terpuruk, dan amat terasa sekali, yang juga diharapkan ada yang mendengar aspirasi keinginan rakyat tersebut untuk mencarikan solusi.
“Bukan malah membebankan rakyat. Pemimpin itu peka tentunya dapat meringankan beban rakyat di tengah kesusahan beginian. Cabut PPKM agar interaksi sektor usaha mereka bisa berjalan normal seperti sedia kala,” katanya.
Memikirkan Pembangunan
Soal tata ulang PKL atau pedagang kaki lima, Satryo bilang dengan cara memberikan bantuan modal dan gerobak yang seragam dengan desainya yang indah. Tujuannya, agar Kota Pontianak ini tertata rapi estetikanya dengan menentukan titik tertentu.
“Agar kota Pontianak tidak kumuh lagi. Tapi jikalau berbicara dana tentunya dianggarkan oleh pemerintah setempat dan jalin pelaku usaha untuk peduli kepada PKL dengan CSR-nya,” sebutnya.
“Saya rasa beres. Jangan kotanya berubah dengan pembangunan yang menelan banyak anggaran, tetapi masyarakatnya dibiarkan dengan masalah kebutuhan hidup dan usaha kecilnya. Dimana letak kemanusiaan dan kebersamaanya selaku umat manusia,” sambungnya lagi.
Satryo menegaskan bahwa pemimpin itu memikirkan pembangunan.
“Jangan pula pikiranya ‘komisi persen’ dari anggaran yang dikeluarkan,” singgungnya.
Ia menimpali bahwa seharusnya jiwa dan raga masyarakat yang menjadi prioritas. Tujuannya jelas, agar sehat dan sejahtera dalam bermasyarakat.
“Maka, masyarakat cerdas pilihlah pemimpin masa depan yang pro kepada masyarakat. Insya Allah, pasti Allah Ridho. Ingat, hak pilih Anda jangan mudah dibayar dengan uang,” tandas Satryo.




