Trigger Netmedia
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
Trigger Netmedia
No Result
View All Result
Home Headline

Jangan Lengah, Pakar Ingatkan Ancaman Pneumonia Anak di Tengah Pandemi COVID-19

TriggerNetMedia by TriggerNetMedia
15 November 2021
in Headline, Internasional, Kesehatan, Nasional, News, Sorotan
0
Jangan Lengah, Pakar Ingatkan Ancaman Pneumonia Anak di Tengah Pandemi COVID-19

Ilustrasi pneumonia [shutterstock]

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

triggernetmedia.com – Pandemi COVID-19 meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyakit menular yang menyerang pernapasan. Menurut pakar, salah satu penyakit infeksi yang masih perlu diwaspadai adalah pneumonia.

Secara global, pneumonia masih menjadi faktor kematian utama pada anak-anak di bawah usia lima tahun. Unicef menyebutkan, pneumonia merenggut nyawa lebih dari 800.000 anak balita per tahun. Sebagian besar kematian ini terjadi di Asia Selatan, Sub-Sahara Afrika, dan Asia Tenggara.

Data Kementerian Kesehatan pada 2019 mencatat 153.987 kasus pneumonia pada bayi berusia kurang dari satu tahun dan 314.455 kasus pada anak berusia 1 sampai 5 tahun. Jumlah kematian anak akibat penyakit pneumonia mencapai 550 kasus. Indonesia berada di peringkat ke-7 dunia sebagai negara dengan beban pneumonia tertinggi secara global.

Dokter spesialis anak konsultan respirologi Prof. Dr. dr. Cissy Kartasasmita, Sp. A(K), M,Sc menjelaskan pneumonia adalah penyakit radang infeksi akut yang menyerang paru. Infeksi itu membuat jaringan paru mengalami peradangan sehingga penyaluran oksigen dalam tubuh terganggu yang dapat menyebabkan kematian pada anak.

Ilustrasi paru-paru, pneumonia (Pixabay/oracast)
Ilustrasi paru-paru, pneumonia (Pixabay/oracast)

Gejala awal pneumonia sulit dibedakan dengan penyakit pernapasan lain seperti batuk, demam, dan sesak napas. Namun, terdapat gejala khas pneumonia yakni napas cepat melebihi normal.

Frekuensi napas cepat tersebut bisa di atas 60 kali per menit untuk bayi di bawah dua bulan, di atas 50 kali per menit pada anak dua bulan hingga kurang 12 bulan, serta di atas 40 kali per menit untuk anak usia 1 sampai 5 tahun.

Selain napas cepat, hal yang patut diwaspadai yakni tarikan dinding dada ke dalam saat anak bernapas. Gejala ini biasanya muncul pada pneumonia derajat berat.

“Jadi, bila anak dengan batuk dan atau kesulitan bernafas mengalami napas cepat, orangtua jangan sampai lengah. Sebaiknya segera periksa ke dokter atau fasilitas kesehatan,” kata Prof. Cissy yang juga Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung.

Prof Cissy mengemukakan pneumonia dapat disebabkan karena infeksi dari bakteri, virus, dan jamur ke dalam paru-paru.

Faktor risiko terjadinya pneumonia antara lain bayi dengan berat badan lahir rendah, bayi yang tidak mengonsumsi air susu ibu (ASI) secara eksklusif selama enam bulan, bayi yang tidak mendapatkan imunisasi dasar, kurang gizi, polusi dalam ruangan seperti asap rokok, dan tinggal di lokasi yang terlalu padat penduduk.

Hasil penelitian menunjukkan 70 persen kasus pneumonia disebabkan oleh infeksi bakteri. Bakteri lebih sering menyebabkan kasus pneumonia menjadi berat. Bakteri yang paling sering jadi penyebab pneumonia adalah streptococcus pneumonia (pneumokokus) dan haemophilus influenza type b (Hib).

Pneumonia bisa diobati dengan pemberian antibiotik dan perawatan pasien. Namun, pencegahan penyakit pneumonia bisa dilakukan dengan vaksinasi. Vaksin yang dapat mencegah pneumonia pada bayi di antaranya DPT, campak, Hib, dan pneumokokus.

Ketiga vaksin pertama yang disebutkan di atas sudah masuk masuk dalam program vaksinasi dasar yang digratiskan oleh pemerintah bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Namun, pada 22 Juni lalu pemerintah melalui Kementerian Kesehatan mengumumkan bahwa vaksinasi pneumokokus konjugasi (PCV) juga diberikan sebagai program imunisasi dasar bagi seluruh anak di Indonesia.

Implementasi vaksinasi PCV secara nasional akan dimulai tahun depan dengan pemberian tiga dosis yakni saat anak berusia dua bulan, tiga bulan, dan 12 bulan.

Vaksinasi PCV dilakukan introduksi di delapan wilayah di Provinsi Jawa Timur pada Juni 2021 dan enam wilayah di Provinsi Jawa Barat pada Juli 2021.

“Semula vaksinasi PCV secara nasional direncanakan pada 2024, tapi ini bisa dimajukan ke 2022. Tentunya ini akan menjadi berkah luar biasa bagi seluruh anak Indonesia,” kata Prof. Cissy yang pernah menjabat sebagai Ketua Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Berdasarkan hasil penelitian, bakteri pneumokokus menjadi penyebab sekitar 50 persen kasus pneumonia di Indonesia. Infeksinya bakteri tersebut mudah menular melalui percikan liur atau droplet.

Bakteri pneumokokus bisa menginfeksi seseorang tanpa menimbulkan gejala, namun orang tersebut dapat menularkan kepada orang lain yang kondisi tubuhnya lebih rentan seperti anak balita dan kaum lanjut usia.

Selama ini, vaksinasi PCV hanya bisa diakses oleh masyarakat di fasilitas kesehatan dengan biaya mandiri sekitar sekitar Rp700.000 per satu dosis, padahal dosis lengkap vaksinasi PCV membutuhkan tiga kali suntikan.

“Masuknya vaksinasi PCV dalam program imunisasi dasar yang akan diterapkan tahun depan dipastikan akan membawa manfaat besar untuk penanganan pneumonia. Vaksinasi tidak hanya melindungi anak dari pneumonia tapi juga memperkecil kemungkinan anak menularkan infeksi pneumokokus pada anak atau orang lain,” kata Prof. Cissy.

Sekretaris Eksekutif Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), Dr. dr. Julitasari Sundoro, M.Sc, M.P.H mengatakan pihaknya menyambut baik program vaksinasi PCV secara nasional yang dilakukan oleh pmerintah.

“Kalau vaksinasi PCV bisa dilakukan secara nasional dan merata, tentunya akan menurunkan angka kejadian pneumonia. Tak hanya itu, vaksinasi ini juga bisa menurunkan kasus radang telinga dan radang otak yang juga disebabkan oleh bakteri pneumokokus,” kata Julitasari.

Julitasari berharap program vaksinasi PCV disertai dengan edukasi kepada orang tua di seluruh Indonesia agar mereka mengikuti program pemerintah sehingga anak-anak bisa mendapatkan vaksin PCV. Dinukil dari laman suara.com.

About Author

TriggerNetMedia

See author's posts

Tags: # Hari Pneumonia Sedunia# pneumonia# pneumonia anak# vaksin pneumonia
Previous Post

Dalih Sekjen KPMH Laporkan Ketua Greenpeace Indonesia Ke Polisi

Next Post

Galang Bantuan untuk Korban Banjir di Kalbar, Wali Kota Pontianak: Hari ini Kita Himpun Bantuan dari Gabungan Pengusaha Farmasi Kalbar

TriggerNetMedia

TriggerNetMedia

Next Post
Galang Bantuan untuk Korban Banjir di Kalbar, Wali Kota Pontianak: Hari ini Kita Himpun Bantuan dari Gabungan Pengusaha Farmasi Kalbar

Galang Bantuan untuk Korban Banjir di Kalbar, Wali Kota Pontianak: Hari ini Kita Himpun Bantuan dari Gabungan Pengusaha Farmasi Kalbar

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

16 Juli 2025
Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

17 November 2021
Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

18 Juli 2025
Status PPPK Paruh Waktu Dihapus, Revisi UU ASN Kembalikan Struktur Dua Pilar

Status PPPK Paruh Waktu Dihapus, Revisi UU ASN Kembalikan Struktur Dua Pilar

26 November 2025
Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

0
2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

0
14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

0
Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

0
DPR Ketok Palu UU PFII, Dorong Penguatan Sektor Keuangan Nasional

DPR Ketok Palu UU PFII, Dorong Penguatan Sektor Keuangan Nasional

21 Juli 2026
Ada yang Berbeda di Sidang Kabinet Paripurna, Posisi Kursi Wapres Bergeser

Ada yang Berbeda di Sidang Kabinet Paripurna, Posisi Kursi Wapres Bergeser

21 Juli 2026
Bahasan Dorong ASN Pontianak Perkuat Inovasi Pelayanan Publik Lewat IGA 2026

Bahasan Dorong ASN Pontianak Perkuat Inovasi Pelayanan Publik Lewat IGA 2026

21 Juli 2026
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan Budaya LGBTQ

Kemenag Siapkan Materi Pencegahan Budaya LGBTQ

21 Juli 2026

Recent News

DPR Ketok Palu UU PFII, Dorong Penguatan Sektor Keuangan Nasional

DPR Ketok Palu UU PFII, Dorong Penguatan Sektor Keuangan Nasional

21 Juli 2026
Ada yang Berbeda di Sidang Kabinet Paripurna, Posisi Kursi Wapres Bergeser

Ada yang Berbeda di Sidang Kabinet Paripurna, Posisi Kursi Wapres Bergeser

21 Juli 2026
Bahasan Dorong ASN Pontianak Perkuat Inovasi Pelayanan Publik Lewat IGA 2026

Bahasan Dorong ASN Pontianak Perkuat Inovasi Pelayanan Publik Lewat IGA 2026

21 Juli 2026
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan Budaya LGBTQ

Kemenag Siapkan Materi Pencegahan Budaya LGBTQ

21 Juli 2026
  • Kode Etik
  • Kode Prilaku Perusahaan Pers
  • Tentang Kami
  • Redaksi

© 2026 triggernetmedia development

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan

© 2026 triggernetmedia development