triggernetmedia.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono tak menampik, kalau dampak pandemi Covid-19 begitu dirasakan masyarakat. Mulai dari pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), merosotnya pendapatan masyarakat hingga rendahnya daya beli masyarakat.
Hal ini pula, sambung dia, yang melatarbelakangi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) meluncurkan program padat karya atau Cash For Work (CFW). Program CFW ini ditujukan untuk membiayai para tenaga kerja yang diikutkan dalam pekerjaan perbaikan ringan Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) yang mengalami penurunan kualitas.
“Kita sangat mendukung keberadaan program ini dan berharap bisa mengurangi angka pengangguran di tengah ketidakpastian perekonomian pada masa pandemi yang belum juga berakhir,” kata Edi di sela paparannya membuka program CFW di Aula Kantor Camat Pontianak Tenggara, Sabtu (10//20214).
“Program ini juga bertujuan mempercepat pemulihan ekonomi, memberikan efek positif terhadap masyarakat dalam hal membangkitkan motivasi kerja serta menambah infrastruktur berskala kecil,” ujarnya menambahkan.
Ia mengingatkan agar Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) dan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) penerima program KOTAKU ini untuk mengelola dana kegiatan dengan sebaik-baiknya sehingga masyarakat dapat menikmati manfaat dari program yang diluncurkan.
“Sehingga selain program ini bermanfaat untuk pemeliharaan infrastruktur, juga memberikan kontribusi yang nyata membantu perekonomian masyarakat,” ujar Edi.
Edi meyakinkan, melalui program CFW ini, upah kerja yang diperoleh para pekerja yang terlibat bisa membantu perekonomian keluarga, dan secara bertahap pulih, dan meningkatkan daya beli masyarakat.
“Yang pada akhirnya juga berpengaruh pada pergerakan ekonomi di kota ini,” pungkasnya.
Pewarta : Dhesta
Editor : Ariz



