triggernetmedia.com – Terkait adanya aksi unjuk rasa di depan kompleks perumahan Mega Lavender Desa Kapur, Kubu Raya, Kalimantan Barat belum lama ini yang mendesak pihak pengembang menghentikan kegiatannya.
Pihak ahli waris, Iche Magdalena, menyatakan, bahwa status tanah di kawasan perumahan Mega Lavender Desa Kapur, Kubu Raya tersebut telah dijual oleh ibu mereka.
“Tanah ini sudah dijual oleh ibu kami semasa hidupnya ke Hendri Susanto Ngadimo. Pihak Mega Lavender membeli dari Hendri. Jadi, tidak ada hubungan antara pihak kami ahli waris dengan pihak Mega Lavender,” ungkap Iche kepada wartawan, Jumat (9/4/2021).
Iche menjelaskan, mereka berjumlah enam bersaudara. Dari enam bersaudara, anak nomor empat yang melakukan gugatan. Bahkan ia melakukan unjuk rasa di kawasan Mega Lavender itu.
“Saya pun tidak tahu kenapa dia menggugat tanah ini. Terkait aksinya, kami tidak tahu. Itu atas nama adik kami sendiri. Karena, tanah ini tidak hak kami lagi,” jelas Iche.
“Sebenarnya, sambung dia, satu keluarga sudah clear. Artinya, tidak ada urusan dengan tanah yang dijual almarhumah ibu mereka ke Hendri. Penjualannya pun sudah memenuhi persayaratan dan aturan sebagaimana mestinya,” beber Icha.
Ia tegaskan, bahwa tanah tersebut sudah dijual secara resmi oleh ibunya sendiri sesuai hukum yang berlaku.
“Jadi kami tidak ada hubungan dengan pihak Mega Lavender. Karena Mega Lavender beli tanahnya bukan dari kami, tapi beli dengan Hendri Susanto Ngadimo,” tegasnya.
“Kami tegaskan lagi, tanah ini dijual ibu kami pada tahun 1989 ke Hendri. Sejak itu, kami adik beradik tidak ada ribut atau masalah. Karena ibu kami sudah clear dengan Hendri. Tidak tahu juga, kenapa sekarang ada masalah. Dan pada intinya, saya dan empat saudara lainnya tidak mau ikut campur dalam polemik ini. Karena hak atas tanah itu sudah tidak ada lagi pada mereka. Tanah dijual ibu kami. Masalah hasil penjualan itu mau dikemanakan, itu urusan ibu kami semasa hidupnya. Ibu meninggal pada 1990,” tutup Iche.
Sebelumnya, belum lama ini aksi unjuk rasa yang mengaku ahli waris di depan kompleks perumahan Mega Lavender Desa Kapur, Kubu Raya mengundang perhatian publik dan media massa . Unjuk rasa tersebut mendesak pihak pengembang menghentikan kegiatan. (*)

