banner 468x60 banner 468x60

Kondisi Kesehatan Alexei Navalny di Penjara Rusia Terus Memburuk

Trigger Netmedia - 8 April 2021
Kondisi Kesehatan Alexei Navalny di Penjara Rusia Terus Memburuk
 - (DW)

triggernetmedia.com – Kondisi Alexei Navalny di penjara Rusia memburuk cepat lantaran dibatasinya akses medis, lapor Amnesty International. Otoritas di Moskow dituduh ingin membunuhnya pelan-pelan dalam kondisi serupa penyiksaan.

Sudah sejak sepekan tokoh oposisi Rusia, Alexei Navalny berhenti makan. Pada Rabu (7/4), dia dikabarkan sudah menjalani tes corona dengan hasil negatif, tutur kuasa hukumnya, Olha Mikhailova.

Navalny mengeluhkan sakit akut pada punggung dan kakinya. Setelah diracun tahun lalu, dia meminta dirawat oleh dokter kepercayaan.

Namun otoritas penjara menolak memberinya akses perawatan kesehatan. Menurut organisasi HAM, Amnesty International, dengan cara itu pemerintah ingin menyiksa dan, secara perlahan, membunuhnya.

Kepada Reuters, Amnesty mengabarkan tokoh oposisi Rusia itu tidak hanya menderita rasa sakit, tetapi juga mengalami gangguan tidur.

“Pemerintah Rusia menempatkannya dalam situasi kematian pelan-pelan dan berusaha menutupi apa yang terjadi terhadapnya,” kata Agnes Callamard, Sekretaris Jendral Amnesty International.

Baca juga  Gus Yaqut Sebar Permintaan Maaf Dubes Saudi ke NU di Facebook

“Sudah jelas bahwa otoritas Rusia melanggar hak dasarnya. Kita harus berbuat lebih,” imbuhnya.

“Mereka sudah pernah berusaha membunuhnya, sekarang mereka menahannya dan menerapkan kondisi serupa penyiksaan.” Sejauh ini pemerintah di Kremlin menolak berkomentar mengenai kondisi kesehatan Navalny.

Mereka mengklaim informasi ini sepenuhnya wewenang otoritas lembaga permasyarakatan. Adapun pihak lapas mengklaim Navalny sudah mendapat semua perawatan medis yang dibutuhkan.

Navalny dijebloskan ke penjara selama dua setengah tahun pada Februari silam.

Dia sebelumnya mengabaikan peringatan dan kembali ke Rusia usai dirawat di Jerman. Moskow sebaliknya menerbitkan versi yang meragukan klaim upaya pembunuhan dengan racun terhadap Navalny.

Doktor tidak kunjung tiba Tenaga medis yang hendak mengunjungi terpidana ditolak masuk ke dalam penjara.

Salah seorang doktor pribadi Navalny, Anastasiya Vasileya, misalnya dipaksa menunggu di luar lapas di Pokrov, sekitar 100 kilometer di timur Moskow.

“Siapa Anda yang ingin melarang doktor merawat manusia yang sekarat?” hardiknya kepada petugas di pintu masuk.

Baca juga  Joe Biden Beri Sanksi Pada Militer Myanmar, Terancam Tidak Bisa Akses Dana

Di sana, tim medis dari organisasi independen, Aliansi Doktor Rusia, juga sudah menunggu diizinkan masuk.

Navalny dikabarkan mengalami sakit punggung dan kelumpuhan kaki, serta batuk dan demam.

Menurut aliansi, Anastasiya, anggota tim medis dan beberapa wartawan ditahan dan ditempatkan di dalam kendaraan narapidana.

Sebaliknya, media-media pemerintah menggambarkan situasi penahanannya ibarat sebuah kamp liburan dan hotel.

“Jika dia benar-benar mengidap penyakit, maka perawatannya akan dijamin pada level yang pantas dan sesuai prosedur,” kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, seperti dikutip kantor berita TASS.

“Tentu kami tidak bisa memberikan kondisi khusus bagi satu orang terpidana.”

Lembaga permasyaratan di Pokrov dikenal sebagai salah satu penjara paling ketat di Rusia, di mana narapidana dikenakan disiplin ala militer, antara lain berdiri tegak selama berjam-jam. rzn/as (ap,rtr,dpa).

 

 

Sumber : Suara.com

 

banner 468x60

Tinggalkan Komentar

Terkini

Hadiri Festival Kumb Mela, Mantan Raja dan Ratu Nepal Positif Covid-19

Hadiri Festival Kumb Mela, Mantan Raja dan Ratu Nepal Positif Covid-19

Headline   Health   Internasional   Sorotan   Sospolhukam
Terlibat Perselisihan, Anak Tega Mutilasi Ibu Tiri hingga 1000 Bagian

Terlibat Perselisihan, Anak Tega Mutilasi Ibu Tiri hingga 1000 Bagian

Headline   Internasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Sebelum Hilang, Kapal Selam Nanggala-402 Izin Nyelam Tembakkan Torpedo

Sebelum Hilang, Kapal Selam Nanggala-402 Izin Nyelam Tembakkan Torpedo

Headline   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Kemungkinan Hilangnya Kapal Selam Nanggala-402 Karena Blackout

Kemungkinan Hilangnya Kapal Selam Nanggala-402 Karena Blackout

Headline   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Pemprov Kalbar Apresiasi Program Beasiswa BPJamsostek

Pemprov Kalbar Apresiasi Program Beasiswa BPJamsostek

Headline   Kesra   Kilas Kalbar   News   Pelayanan Puplik
Penerapan PPKM Skala Mikro di Kabupaten Landak Tunggu Instruksi Pemprov Kalbar

Penerapan PPKM Skala Mikro di Kabupaten Landak Tunggu Instruksi Pemprov Kalbar

Headline   Kesehatan   Kilas Kalbar   Landak   News   Sorotan   Sospolhukam
Sutarmidji: 14 Kab/Kota di Kalbar Dalam Status PPKM Mikro

Sutarmidji: 14 Kab/Kota di Kalbar Dalam Status PPKM Mikro

Headline   Kesehatan   Kilas Kalbar   News   Sorotan   Sospolhukam
Dorong Seluruh OPD Landak Tingkatkan Pelayanan Informasi Online

Dorong Seluruh OPD Landak Tingkatkan Pelayanan Informasi Online

ASN   Headline   IT   Kilas Kalbar   Landak   News   Pelayanan Puplik
Bupati Landak Ajak Perempuan Generasi Milleneal Lanjutkan Perjuangan RA Kartini

Bupati Landak Ajak Perempuan Generasi Milleneal Lanjutkan Perjuangan RA Kartini

Comunity   Headline   Kekinian   Kesra   Kilas Kalbar   Landak   Milenial   News   Sorotan
Perjuangan RA Kartini Dalam Kesetaraan Gender Patut Diteladani Generasi Milleneal

Perjuangan RA Kartini Dalam Kesetaraan Gender Patut Diteladani Generasi Milleneal

Comunity   Headline   Kesra   Kilas Kalbar   News   Pontianak   Sorotan

SITE LOCATION REKLAME

Streaming triggernetmedia.com

Close Ads X