Sabtu, 16 Mei 2026
Trigger Netmedia
  • Home
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Lifestyle
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
Trigger Netmedia
Home Indonesia Membangun Budaya

Melirik Kampung Caping yang Kaya Potensi Wisata

ariz by ariz
20 Maret 2021
in Budaya, Headline, Kesra, Kilas Kalbar, lingkungan, News, Pontianak
0
Melirik Kampung Caping yang Kaya Potensi Wisata

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono berdiskusi dengan warga sekitar diseputar tepian Sungai Kapuas, Kampung Caping. Sabtu (20/3/2021).

1.2k
VIEWS
Share on Facebook

triggernetmedia.com – Caping merupakan kata benda yang tak asing bagi masyarakat di Indonesia hingga Asia Tenggara. Berbentuknya yang bundar dan atasnya berkerucut, benda yang satu ini terbuat sederhana dari daun mengkuang sebagai tudung peneduh dari panas terik matahari.

Kamoung Caping ditepian Sungai Kapuas

Caping umumnya banyak digunakan oleh petani, nelayan hingga masyarakat lainnya. Di Kota Pontianak, sentra pembuatan caping berada di tepian Sungai Kapuas, tepatnya di Gang Mendawai Kelurahan Bansir Laut Kecamatan Pontianak Tenggara.

Related posts

Syiar Sholawat 40 Jadi Momentum Perkuat Nilai Spiritual dan Sosial di Pontianak

Syiar Sholawat 40 Jadi Momentum Perkuat Nilai Spiritual dan Sosial di Pontianak

15 Mei 2026
Imigrasi Identifikasi 15 Sponsor di Balik 320 WNA Terduga Judol

Imigrasi Identifikasi 15 Sponsor di Balik 320 WNA Terduga Judol

15 Mei 2026

Kampung Caping, begitulah nama tempat ini disebut warga. Pusat membuat caping menjadi alasan yang identik dan jadi andalan warga sekitar dalam menunjang perekonomiannya.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono bahkan menyempatkan diri langsung untuk melihat aktivitas di Kampung Caping dan berbaur bersama warga sekitar.

Melihat anak-anak bermain kano di Sungai Kapuas, ia pun ikut mengayuh sampan diiringi oleh anak-anak dengan kano mereka masing-masing.

Usai bersampan bersama anak-anak sekitar, Edi kembali berbaur bersama warga untuk menikmati santap siang dengan saprahan di teras apung yang dibuat secara swadaya oleh warga Kampung Caping.

Ia mengapresiasi inisiatif warga di kampung tersebut yang menyediakan ruang terapung untuk berbagai aktivitas masyarakat. Hasil kolaborasi dengan berbagai pihak, diharapkannya bisa menjadikan Kampung Caping semakin berkembang.

“Sehingga Kampung Caping sebagai destinasi wisata baru berbasis budaya kearifan lokal bisa terwujud,” ujarnya usai syukuran teras apung di Kampung Caping, Sabtu (20/3/2021).

Edi yakin apabila kawasan di Kampung Caping ini dikemas dalam bentuk paket wisata termasuk kuliner dengan makan saprahan secara terapung, akan menjadi hal yang menarik bagi wisatawan yang berkunjung ke sana.

Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak, lanjut dia, akan memberikan dukungan dan bantuan, baik infrastruktur berupa rumah budaya maupun bantuan-bantuan lainnya seperti capacity building untuk masyarakat agar masyarakat siap ambil bagian dalam wisata budaya ini.

“Ciptakan kampung yang aman, bersih dan kreatif sehingga kampung ini bisa menjadi role model bagi kampung-kampung lainnya,” pesannya.

Sementara untuk infrastruktur Kampung Caping ini dinilainya sudah cukup memadai. Hanya nanti akan ada pembongkaran rumah-rumah yang ada di bantaran sungai.

Kemudian jalan-jalan lingkungan akan ditingkatkan dan ditambah penghijauan serta kebersihan yang selalu terjaga. Adanya keinginan warga untuk mendapatkan bantuan motor air sebagai angkutan bahan baku pembuatan caping yang ada di Kabupaten Kubu Raya, akan dipertimbangkan oleh Pemkot Pontianak untuk dialokasikan.

“Ada pula beberapa warga yang memiliki rumah tua ingin rumahnya untuk direstorasi. Rumah tua itu bentuk bangunan aslinya tetap dipertahankan untuk menjaga nilai historisnya,” sebut Edi.

Alamulhudah, Ketua Relawan Kampung Caping menuturkan, para pengrajin caping yang terdiri dari 60 orang pengrajin saat ini sangat membutuhkan sarana transportasi berupa motor air untuk angkutan bahan baku caping berupa daun mengkuang yang hanya ada di pinggiran sungai.

Selama ini untuk angkutan bahan baku tersebut mereka terpaksa merogoh uang untuk menyewa motor air. Sehingga para pengrajin berharap adanya bantuan motor air dari Pemkot Pontianak.

“Mudah-mudahan apa yang kami usulkan ini bisa diakomodir oleh Bapak Wali Kota,” imbuhnya.

Di tengah pandemi, pembuatan caping tetap berjalan meski tak sebanyak kala sebelum pandemi melanda. Bahkan caping yang umumnya dianyam oleh kaum ibu, sekarang juga mulai digeluti oleh kaum pria lantaran sebagian mereka ada yang sudah tidak bekerja lagi akibat dampak pandemi Covid-19.

Pembuatan caping ini sedikit banyak cukup membantu dalam menunjang perekonomian warga di kampung itu.

“Caping ini dijual di toko-toko di pasar tengah untuk kemudian dijual kembali kepada masyarakat di pedalaman yang banyak menggunakan caping,” ungkapnya.

Alamulhudah menjelaskan, dalam satu bulan, bahan baku daun mengkuang yang dibutuhkan para pengrajin caping total sebanyak 600 ikat. Dengan asumsi, satu pengrajin masing-masing 10 ikat. Pembuatan caping harus selesai dalam waktu sepekan.

Dalam sepekan, mereka bisa menghasilkan masing-masing Rp400 ribu hingga Rp500 ribu. Harga caping kisaran Rp15 ribu sampai Rp20 ribu per buah. Sementara harga jual per kodi (20 buah) kisaran Rp150 ribu hingga Rp200 ribu.

“Tergantung masing-masing ukuran caping,” jelasnya.

Sementara itu, bersama para relawan yang ada di kampung ini, dirinya menginisiasi untuk membuat teras apung dengan swadaya gotong royong masyarakat. Keberadaan teras apung ini bersifat multifungsi, artinya bisa digunakan untuk berbagai aktivitas warga sekitar.

Kebetulan di Kampung Caping ini ada Rumah Ide yang terdapat perpustakaan. Sehingga anak-anak yang ingin membaca, bilamana ruang yang ada tidak mencukupi, mereka bisa memanfaatkan teras apung ini. Kemudian teras apung ini juga bisa digunakan bagi mereka yang ingin menikmati kuliner yang dijajakan di sekitar kawasan.

“Teras apung juga berfungsi sebagai tempat menggelar rapat warga sekitar,” katanya memungkas.

 

Pewarta : Dhesta 

Editor : Ariz

 

About Author

ariz

See author's posts

Tags: Edi Rusdi KamtonoKampung CapingPemkot PontianakWali Kota Pontianak
Previous Post

Piala Menpora 2021: Lawan Persija, PSM Terancam Tanpa Hendra Wijaya

Next Post

Tiga WNI yang Disandera Abu Sayyaf Berhasil Dibebaskan

Next Post
Tiga WNI yang Disandera Abu Sayyaf Berhasil Dibebaskan

Tiga WNI yang Disandera Abu Sayyaf Berhasil Dibebaskan

Syiar Sholawat 40 Jadi Momentum Perkuat Nilai Spiritual dan Sosial di Pontianak

Syiar Sholawat 40 Jadi Momentum Perkuat Nilai Spiritual dan Sosial di Pontianak

15 Mei 2026
Imigrasi Identifikasi 15 Sponsor di Balik 320 WNA Terduga Judol

Imigrasi Identifikasi 15 Sponsor di Balik 320 WNA Terduga Judol

15 Mei 2026
Data 200 Ribu Anak Terpapar Judol, DPR Desak Penindakan Lebih Tegas

Data 200 Ribu Anak Terpapar Judol, DPR Desak Penindakan Lebih Tegas

15 Mei 2026

Gallery Video

  • DEBAT PUBLIK ANTAR PASANGAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI KABUPATEN KETAPANG TAHUN 2024
    • DEBAT PUBLIK ANTAR PASANGAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI KABUPATEN KETAPANG TAHUN 2024

    • Watch Video

  • DEBAT PUBLIK PASLON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KETAPANG 2020 SEGMEN 3
    • DEBAT PUBLIK PASLON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KETAPANG 2020 SEGMEN 3

    • Watch Video

  • DEBAT PUBLIK PASLON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KETAPANG 2020 SEGMEN 4
    • DEBAT PUBLIK PASLON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KETAPANG 2020 SEGMEN 4

    • Watch Video

  • DEBAT PUBLIK PASLON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KETAPANG 2020 SEGMEN 5
    • DEBAT PUBLIK PASLON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KETAPANG 2020 SEGMEN 5

    • Watch Video

  • KAMPUNG KB MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT
    • KAMPUNG KB MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

    • Watch Video

  • DPRD SAHKAN APBD KABUPATEN MEMPAWAH TA 2021 Rp1,08 TRILIUN
    • DPRD SAHKAN APBD KABUPATEN MEMPAWAH TA 2021 Rp1,08 TRILIUN

    • Watch Video

Advertisement Space Availble

Recent News

  • Syiar Sholawat 40 Jadi Momentum Perkuat Nilai Spiritual dan Sosial di Pontianak
  • Imigrasi Identifikasi 15 Sponsor di Balik 320 WNA Terduga Judol
  • Data 200 Ribu Anak Terpapar Judol, DPR Desak Penindakan Lebih Tegas

PT. KALBAR INFORMASI GROUP (KBIG)

Recent News

Syiar Sholawat 40 Jadi Momentum Perkuat Nilai Spiritual dan Sosial di Pontianak

Syiar Sholawat 40 Jadi Momentum Perkuat Nilai Spiritual dan Sosial di Pontianak

15 Mei 2026
Imigrasi Identifikasi 15 Sponsor di Balik 320 WNA Terduga Judol

Imigrasi Identifikasi 15 Sponsor di Balik 320 WNA Terduga Judol

15 Mei 2026
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kode Prilaku Perusahaan Pers
  • Amsi

copyright © 2025 banner 120x600

No Result
View All Result
  • Home
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Lifestyle
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan

copyright © 2025 banner 120x600