triggernetmedia.com – Sebagai abdi negara yang bernaung dalam keluarga besar adhiyaksa, Dharmabella Tymbasz mengaku sedikit pun tak pernah terbesit apalagi membayangkan untuk ditugaskan menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri dan ditempatkan di Kabupaten Ketapang. Dirinya bahkan menegaskan belum pernah ditugaskan di Provinsi Kalimantan Barat.
“Saya pertama kali bertugas sebagai CPNS di bagian Jampidum Kejagung, kemudian pernah di Lampung, di Papua menjadi kasat intel Kejaksaan Fak-Fak, kasi penuntutan di Kejari Makassar, Kasi Pidsus di Medan, Kabag TU Kejati Sumut dan jabatan sebagai Kejari pertama kali langsung di Ketapang, Kalimantan Barat ini” katanya, Jumat (19/2/2021) kepada triggernetmedia.com.
Namun seiring waktu berjalan, urai Dhramabella Tymbasz, saatnya ia undur diri mengakhiri masa tugasnya di Ketapang, ia mengungkapkan selanjutnya akan mengemban tugas sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Siak Sri Indrapura, di Kepulauan Riau.
“Sebelum meninggalkan Ketapang ini saya berpesan dan meminta kepada semua pihak agar tetap sinergis bekerja sama dalam membangun kabupaten Ketapang,” ujar pria yang kekinian berusia 51 tahun dan gemar menyeruput kopi bareng bersama awak media diwaktu senggangnya itu.

“Tentu saja banyak kesan dan dinamika selama bertugas di Ketapang. Yang paling berkesan saya masuk ke Ketapang, kantor saat itu tahap pembangunan, semua rata sama tanah, sehingga kita sempat berkantor di sebuah ruko,” tuturnya mengurai kenangan lama dimasa perdana ia mengemban amanah sebagai abdi negara penegak hukum di Ketapang.
Dharmabella pun mengurai, selama masa pembangunan ia beserta jajarannya kala itu begitu kompak, mereka saling bahu membahu dalam mengawal hingga proses penyelesaian pembangunan kantor Kejaksaan Negeri Ketapang benar-benar dirampungkan 100 persen. Baginya pengalaman perdana bertugas di Kalimantan ini adalah pengalaman yang baik dalam memanaj urusan tenaga dan pikirannya sebagai Kajari.
“Ada rasa bangga tersendiri, karena kantor kami saat itu memang dibangun semula dari nol hingga berdiri megah seperti sekarang ini, tentu banyak historinya,” ujarnya.
pria kelahiran Jakarta 26 Maret 1970 yang memiliki hobby menembak, of road dan badminton ini membeberkan, sejak masuk ke kabupaten Ketapang pada 24 September 2018 lalu, banyak dinamika yang dihadapinya, seperti dalam hal penanganan kasus yang menjadi perhatian publik. Dimulai dari kasus ITE Isa Anshari, kasus mantan Ketua DPRD Ketapang hingga kasus tambahan penuntutan terhadap perusahaan Laman Mining dengan desakan dari luar yang kekeuh minta dibubarkan.
“Paling berkesan dan besar dinamikanya tiga kasus ini kalau dalam hal penanganan perkara ya,” kenangnya.
“Kalau kesan tersendiri ada ya, ketika itu kita turut andil dalam hal pemindahan pedagang pasar Rangga Sentap ke Pasar Ratu Melati, yang mana memang sempat terjadi gejolak dalam hal pemindahan hingga akhirnya dapat terselesaikan. Saat itu saya melihat ada kepentingan masyarakat banyak yang harus dipertimbangkan, jadi saat rapat bersama saya bilang untuk apa menegakkan hukum tapi rakyat berdarah-darah,” ucapnya.
Hal lain, sambung Dharmabella, pada saat masuk ke Ketapang dirinya berkomitmen menjaga marwah dan eksistensi Kejaksaan agar dapat selalu hadir dalam berbagai hal. Ini dibuktikan dengan konkrit, dimana pihaknya berhasil membuat program-program baik berkaitan dengan pendampingan membantu Pemerintah Daerah (Pemda), demikian pula halnya membantu masyarakat.
Dalam hal membantu pemindahan pasar, misalnya, tentu saja ada pendampingan hukum yang diberikan pihak Kejari Ketapang. Selain itu, pihaknya juga menginisiasikan membentuk tim dalam peningkatan aset daerah, jaksa penjaga desa, pengantaran barang bukti secara gratis melalui Sibhakti.

Model memimpin dan kepemimpinan Dharmabella Tymbasz terbilang kharismatik, energik dan menghargai kebhinekaan ini tentu saja jadi magnet positif. Ciri khasnya dalam mengorganisir dan membudayakan organisasi di Kejaksaan Negeri Ketapang pun jadi teladan yang baik bagi jajarannya di internal. Selain itu, dalam hal eksternal membangun kemitraan, Dharmabella tak sungkan merangkul dan bekerja sama dengan pihak terkait termasuk rekan-rekan media dalam menggelar even olahraga guna mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga di Kabupaten Ketapang.
Futsal, aerobic hingga memasyarakatkan goes atau bersepeda sehat, termasuk dalam sosial kemasyarakatan ia tetap menggandeng berbagai pihak secara sinergis, termasuk dalam hal menggelar jaksa bermunajat, jaksa bersholawat, natal bersama serta dalam hal penegakan hukum, selain melakukan pencegahan, penindakan juga memberikan pendampingan hukum.
“Kesan lain, kita juga membuka cafe zona 4 di Ketapang, disitu selain menjadi wadah bersilaturahmi kita juga memanfaatkan waktu luang untuk berdiskusi dan wadah konsultasi, namun tetap sersan. Sebab saya ingin merubah stigma bahwa aparat hukum bukan sebuah momok menakutkan, namun dengan pendekatan persuasif, humanis dan lebih dekat dimasyarakat kita akan lebih peka, dan tak menampikkan ketegasan dalam penindakan hukum jika memang ada kesalahan,” paparnya.

Dipenghujung waktu kebersamaannya itu, Dharmabella Tymbazs menitipkan pesan kepada seluruh jajaran di Kejari Ketapang agar terus menjaga kekompakan, soliditas kerja sama dalam setiap pelaksaan tugas.
“Kepada Jurnalis yang ada di Ketapang saya sampaikan apresiasi sebesar-besarnya karena telah bersinergi dan bekerja sama dengan baik. Pesan saya kepada semua pihak, untuk membangun Ketapang secara sinergis dengan beramai-ramai dan soliditas yang tinggi,” ujarnya memungkas.
Jhon I Ariz



