banner 468x60

Kartu Tani Dinilai Jadi Kebijakan Tepat untuk Tingkatkan Kesejahteraan

Trigger Netmedia - 8 Februari 2021
Kartu Tani Dinilai Jadi Kebijakan Tepat untuk Tingkatkan Kesejahteraan
Mentan, Syahrul Yasin Limpo.  - (Dok : Kementan)

triggernetmewdia.com – Kebijakan pemerintah soal modernisasi penerapan Kartu Tani dan elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) dinilai positif oleh pakar ekonomi dalam upaya memajukan pertanian Indonesia. Kedua kebijakan itu tepat untuk meningkatkan kemajuan pertanian di Indonesia.

Hal ini dikemukakan pakar ekonomi pertanian Universitas Negeri Semarang, Jawa Tengah, Profesor Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti.

 

“Penerapan Kartu Tani dan database e-RDKK, agar kebijakan alokasi anggaran kebutuhan pertanian terutama subsidi pupuk tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan para petani, sehingga subsidi pupuk yang dialokasikan akan sesuai dengan yang dibutuhkan dan dapat dibagi secara adil untuk para petani,” katanya, Jateng, Jumat, (5/2/2021).

Sucihatiningsih mendorong pemerintah untuk lebih perhatian terhadap sebagian petani belum terdaftar di kelompok tani, terutama bagi petani kecil dan penggarap.

“Mereka kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi sesuai dengan kebutuhan. Ada juga petani yang sudah memiliki kartu tani namun belum menginput kebutuhan pupuk di e-RDKK,” ujarnya.

Selain itu yang menjadi persoalan lainnya, terkadang data yang diinput tidak sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Menurutnya, permasalahan tersebut perlu mendapatkan perhatian dengan mengupayakan semua petani, tanpa terkecuali dapat tergabung di kelompok tani dan input data di e-RDKK sesuai dengan kondisi di lapangan agar kebutuhan para petani dapat tercukupi.

Perempuan yang juga Guru Besar Ekonomi Pertanian Universitas Negeri Semarang itu berharap, para petani bisa merasakan bantuan pupuk bersubsidi yang sangat penting bagi petani, karena pupuk merupakan salah satu input dalam proses produksi pertanian yang memiliki peranan penting.

 

“Peran tersebut ditunjukkan dengan tingkat kesuburan dan produktivitas tanaman yang akan lebih baik jika kebutuhan pupuknya tercukupi. Jika tidak ada pupuk bersubsidi, petani akan kerepotan untuk memperoleh pupuk dengan harga terjangkau dan pasti harganya tidak menentu,” kata Sucihatiningsih.

Jika kebutuhan pupuk tidak tercukupi, lanjunya, pasti berpengaruh pada kualitas dan kuantitas hasil panen para petani.

 

“Petani di Indonesia mayoritas adalah petani kecil atau petani gurem yang hanya memiliki lahan sempit kurang dari 1 hektare. Selain itu ada juga petani penggarap yang tidak memiliki lahan sendiri, mereka tentu membutuhkan efisiensi biaya produksi agar keuntungan yang mereka peroleh maksimal,” ujar Sucihatiningsih.

 

Menteri Pertanian (Mentan) Syarul Yasin Limpo (SYL) menilai, sistem elektronik  bisa meminimalisasi data ganda penerima bantuan pupuk bersubsidi, sehingga Kementan masih mengacu data nomor induk kependudukan (NIK) dan e-KTP untuk penerimaan pupuk bersubsidi.

“Data manual yang dijadikan rujukan untuk mendistribusikan pupuk bersubsidi berpotensi melahirkan kecurangan. Bisa muncul data ganda melalui validasi manual. Jadi tidak merata pembagian pupuk subsidinya,” ujar Syahrul.

 

Ia menjelaskan, kebijakan e-RDKK guna memperketat penyaluran pupuk bersubsidi sehingga tidak diselewengkan dan mencegah duplikasi penerima pupuk.

“Dengan terbatasnya alokasi pupuk bersubsidi, maka harus direncanakan dengan baik terkait penyaluran atau pendistribusiannya,” jelas Syahrul.

Sementara itu, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana (PSP) Kementan, Sarwo Edhy menambahkan, data e-RDKK juga menjadi referensi bagi pembagian Kartu Tani yang akan digunakan untuk pembayaran pupuk bersubsidi. Melalui program tersebut, petani membayar pupuk subsidi melalui bank, sesuai dengan kuota dan harga pupuk subsidi.

“Distributor dan kios adalah kunci keberhasilan penyaluran pupuk bersubsidi agar bisa sampai ke tangan petani yang berhak sesuai dengan mekanisme yang ada, yaitu melalui RDKK,” jelas Sarwo.

Nantinya, untuk mendapatkan pupuk bersubsidi ini para petani diharuskan memiliki kartu tani yang terintegrasi dalam e-RDKK. Kartu Tani tersebut berisi mengenai kuota yang sesuai dengan kebutuhan petani. Untuk jumlah kuota ini tergantung dari luas lahan yang dimiliki setiap petani.

 

“Kartu Tani tidak bisa diuangkan dan hanya bisa dilakukan untuk penukaran pupuk saja,” tambahnya.

Menurutnya, tidak semua orang dapat memiliki kartu ini, ada rangkaian proses yang harus di jalani, agar bantuan subsidi pupuk benar- benar tepat sasaran.

 

Persyaratan utama mendapatkan kartu ini, petani harus tergabung dalam kelompok tani, kemudian petani mengumpulkan fotocopy e-KTP.

 

“Semua verifikasi data RDKK sekarang diarahkan ke e-RDKK, kemudian Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) melakukan pendataan dan verifikasi data ke lapangan (NIK, Luas lahan, komoditas dan jenis pupuk) yang kemudian PPL mengunggah data petani ke dalam e-RDKK,” papar Sarwo.

 

Sumber : Suara.com

Tinggalkan Komentar

Terkini

Gol Indah Ivan Perisic Selamatkan Kroasia dari Keganasan Republik Ceko

Gol Indah Ivan Perisic Selamatkan Kroasia dari Keganasan Republik Ceko

Headline   Internasional   News   Sepak Bola   Sport
Aksi Sikut Lovren Bikin Kroasia Tertinggal Satu Gol dari Republik Ceko di Babak I

Aksi Sikut Lovren Bikin Kroasia Tertinggal Satu Gol dari Republik Ceko di Babak I

Headline   Internasional   News   Sepak Bola   Sport
Ditarget Emas, Ini Cara Kevin/Marcus Atasi Tekanan Jelang Olimpiade

Ditarget Emas, Ini Cara Kevin/Marcus Atasi Tekanan Jelang Olimpiade

Headline   Internasional   Kabar Arena   News   Sport
Menpora Upayakan Peraih Emas Olimpiade Masuk Kategori Pahlawan Nasional

Menpora Upayakan Peraih Emas Olimpiade Masuk Kategori Pahlawan Nasional

Headline   Internasional   Nasional   News   Sport
Penalti Emil Forsberg Paksa Slovakia Berlutut di Kaki Pemain Swedia

Penalti Emil Forsberg Paksa Slovakia Berlutut di Kaki Pemain Swedia

Headline   Internasional   News   Sepak Bola   Sport
BLT Dana Desa Cair Juni 2021: Silahkan Cek di sid.kemendesa.go.id

BLT Dana Desa Cair Juni 2021: Silahkan Cek di sid.kemendesa.go.id

Ekonomi   Headline   Kabar Desa   Kesra   Keuangan   News   Pelayanan Puplik
Terima Suap dari Harun Masiku, Eks Anggota KPU Wahyu Setiawan Dieksekusi KPK

Terima Suap dari Harun Masiku, Eks Anggota KPU Wahyu Setiawan Dieksekusi KPK

Headline   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Penangan COVID-19 dan PPKM di Perbatasan Harus Dilakukan Dengan Tegas

Penangan COVID-19 dan PPKM di Perbatasan Harus Dilakukan Dengan Tegas

Headline   Kesehatan   Kilas Kalbar   News   Pelayanan Puplik   Sorotan   Sospolhukam
Pemerintah Kantongi Rp 13,5 Triliun Hasil Lelang Hotel hingga Mobil Antik Sitaan

Pemerintah Kantongi Rp 13,5 Triliun Hasil Lelang Hotel hingga Mobil Antik Sitaan

Ekonomi   Headline   Keuangan   Nasional   News   Sorotan
Bank Dunia Kasih Utang Rp 7,2 Triliun ke Indonesia, untuk Program Vaksin Covid-19

Bank Dunia Kasih Utang Rp 7,2 Triliun ke Indonesia, untuk Program Vaksin Covid-19

Ekonomi   Headline   Internasional   Kesehatan   Keuangan   News   Sorotan   Sospolhukam

SITE LOCATION REKLAME

Streaming triggernetmedia.com