Psikolog: Stigma Negatif Masyarakat Bukan Tugas Pasien Covid-19

Trigger Netmedia - 20 Oktober 2020
Psikolog: Stigma Negatif Masyarakat Bukan Tugas Pasien Covid-19
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock) - ()

triggernetmedia.com – Psikolog dari Universitas Indonesia Edward Andriyanto Soetardhio M.Psi menyampaikan bahwa stigma negatif dari masyarakat terhadap pasien Covid-19 menjadi tanggung jawab lingkungan di sekitarnya.

Menurut Edward, pandangan negatif sempat timbul di masyarakat lantaran perasaan takut tertular virus corona.

“Tapi itu bukan tugas pasien, itu tugas lingkungan terdekat. Yang menarik dari Indonesia, beberapa kali saya dapat telepon dari pasien kalau puskesmas dan RT selalu siap dampingi keluarga,” cerita Edward dalam siaran virtual BNPB, Senin (19/10/2020).

Ia menambahkan, yang bertanggung jawab menyebarkan edukasi kepada masyarakat harusnya lingkungan sekitar dari puskesmas juga pengurus RT setempat.

Baca juga  Komisi II DPRD Kalbar Sorot Monopoli Perusahaan Negara

Baca Juga:Rumah Sakit Penuh, Polandia Gunakan Stadion Nasional Jadi RS Darurat

Kasih tahu ini sesuatu orang sakit bukan berdosa. Sesuatu bisa hadapi bareng-bareng. Tidak akan menular kalau kita tertib,” ucapnya.

Menurut pandangan Edward, stigma negatif muncul karena ketidaktahuan masyarakat. Bukan karena benar-benar untuk berniat jahat. Karenanya, ia mengingatkan untuk penting memberikan edukasi kepada orang-orang terdekat.

Sebab, dukungan dari lingkungan juga dibutuhkan pasien Covid-19, bukan hanya agar cepat sembuh tapi juga untuk tidak mengalami trauma pasca sakit atau dikenal dengan post traumatic stress disorder (PTSD).

Baca juga  Rapid Test Terhadap 21 Orang Kontak Erat dengan PDP terkonfirmasi Covid-19 dinyatakan Negatif

Menurut Edward, pada beberapa orang, penyakit berat tidak selalu mengakibatkan masalah mental setelahnya. Justru kesehatan mental jadi lebih baik dari sebelum merasakan sakit. Namun hal tersebut tentu butuh dukungan dari lingkungan.

“Ada istilah PTSD itu traumatik buat beberapa orang. Tapi pada beberapa orang, dia bukan sekadar balik tapi bangkit lebih tinggi dengan mengunjungi orang lain, memberikan penglihatan. Jadi kita sebutnya Post traumatic growth,” katanya.

Baca Juga:Oksida Nitrat Disebut-sebut Bisa Mengobati Pasien Covid-19, Apa Itu?

Sumber : Suara.com

Tinggalkan Komentar

Streaming

Close Ads X