Trigger Netmedia
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
Trigger Netmedia
No Result
View All Result
Home Headline

Belasan Lumba-lumba Mati akibat Minyak Tumpah, LSM Desak Penyelidikan

ariz by ariz
29 Agustus 2020
in Headline, Internasional, lingkungan, Sospolhukam
0
Belasan Lumba-lumba Mati akibat Minyak Tumpah, LSM Desak Penyelidikan

Ilustrasi lumba-lumba di laut lepas. (Pixabaywerdepate)

0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

triggernetmedia.com – Greenpeace mendesak pemerintah Mauritius untuk melakukan penyelidikan segera setelah belasan lumba-lumba mati terdampar di pantai, sebulan setelah insiden minyak tumpah akibat kapal kandas.

“Ini adalah hari yang sangat menyedihkan dan mengkhawatirkan bagi rakyat Mauritius,” ujar Happy Khambule, manajer kampanye iklim dan energi senior Greenpeace Afrika disadur dari Al Jazeera, Jumat (28/8/2020).

“Greenpeace mengimbau pihak berwenang untuk melakukan otopsi secepatnya, transparan dan publik terhadap bangkai yang dikumpulkan.” sambungnya.

Kapal MV Wakashio milik Jepang menghantam terumbu karang di lepas pantai pulau Samudra Hindia pada 25 Juli dan mulai menumpahkan minyak pada 6 Agustus, membuat pemerintah Mauritius mengumumkan keadaan darurat lingkungan.

Tumpahan minyak tersebut menyebar ke wilayah terumbu karang yang terancam punah, memengaruhi ikan dan kehidupan laut lainnya. Beberapa ilmuwan menyebutkan insiden tersebut sebagai bencana ekologi terburuk di negara itu.

Dampak tumpahan masih terasa, kata para ilmuwan, dan kerusakan dapat memengaruhi Mauritius dan ekonominya yang bergantung pada pariwisata selama beberapa dekade.

Menurut laporan Associated Press pada Rabu mengutip kelompok lingkungan dan ahli mengatakan setidaknya 14 lumba-lumba mati terdampar di pantai Mauritius.

Lumba-lumba lainnya terdampar di darat dan tampak sakit parah, menurut konsultan lingkungan Sunil Dowarkasing.

“Ini hari yang mengerikan. Kami melihat lumba-lumba ini berenang ke pantai dalam kesusahan dan kemudian mati,” kata Dowarkasing, mantan anggota parlemen. “Kami belum pernah melihat kematian mamalia laut yang sangat cerdas seperti ini. Tidak pernah.”

Jasvin Sok Appadu, pejabat pemerintah dari kementerian perikanan, menyebutkan 17 lumba-lumba mati akibat terdampar.

“Lumba-lumba yang mati itu memiliki beberapa luka dan darah di sekitar rahang mereka, namun tidak ada jejak minyak. Yang selamat, sekitar 10, tampak sangat lelah dan hampir tidak bisa berenang,” kata Appadu kepada kantor berita Reuters.

Seorang juru bicara kelompok lingkungan Mauritian lokal Eco-Sud menyerukan agar hasil otopsi diumumkan ke publik. Mereka juga ikut ikut terlibat selama otopsi untuk lebih memahami mengapa lumba-lumba mati, tetapi masih menunggu tanggapan dari pihak berwenang.

Kantor berita AFP melaporkan setidaknya sembilan paus berkepala melon juga terdampar di pantai negara itu. Beberapa ditemukan hidup namun kemudian mati di pantai tenggara Grand Sable.

Pejabat pemerintah daerah Preetam Daumoo mengatakan kepada AFP bahwa dia telah melihat 13 paus mati dan satu masih hidup. Pihak berwenang melakukan otopsi untuk beberapa bangkai ikan tersebut.

Daumoo, salah satu warga, mengatakan dia khawatir hewan yang terdampar itu akibat kapal yang kandas dan menumpahkan lebih dari 1.000 ton bahan bakar ke perairan. Namun, para ahli mengatakan terlalu dini untuk mengatakan apa yang menyebabkan kematian hewan tersebut.

Owen Griffiths, dari Masyarakat Konservasi Laut Mauritius, mengatakan kepada AFP, “ini mungkin kebetulan yang sangat disayangkan”, mengacu pada kejadian serupa pada tahun 2005.

“Kemungkinan besar mereka mengikuti sekumpulan ikan ke dalam laguna, menjadi bingung, tidak dapat menemukan jalan keluar ke laut lagi dan mencoba menuju ke laut langsung di atas terumbu karang alih-alih menemukan celah. Dalam kepanikan dan stres mereka bertabrakan dengan karang, habis dan mati,” katanya.

“Pada tahap ini, kami belum mengetahui penyebab kematian. Otopsi dengan analisis kandungan lambung dan pemeriksaan paru-paru – untuk mencari jejak minyak – perlu dilakukan.”

Mauritius telah meminta bantuan darurat kepada PBB, termasuk bantuan dari para ahli tumpahan minyak dan perlindungan lingkungan.

Sumber : Suara.com

About Author

ariz

See author's posts

Tags: GreenpeacejepangLumba-lumbaMauritiusminyak tumpah
Previous Post

Ketum PSSI: Piala Asia U-19 2020 Kemungkinan Ditunda

Next Post

Blackpink Rilis Ice Cream Bareng Selena Gomez, Ada Fans yang Kecewa

ariz

ariz

Next Post
Blackpink Rilis Ice Cream Bareng Selena Gomez, Ada Fans yang Kecewa

Blackpink Rilis Ice Cream Bareng Selena Gomez, Ada Fans yang Kecewa

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

16 Juli 2025
Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

17 November 2021
Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

18 Juli 2025
Honda Civic Genio, Mobil Legendaris dengan Kelebihan dan Kekurangan

Honda Civic Genio, Mobil Legendaris dengan Kelebihan dan Kekurangan

3 April 2024
Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

0
2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

0
14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

0
Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

0
PBNU Minta KPK Segera Umumkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Haji

BNPB Terseret Operasi KPK, Sejumlah Pihak Diamankan

13 Oktober 2026
Dukungan Dini untuk Prabowo Presiden 2 Periode, Komitmen Politik atau Strategi Kekuasaan?

Dukungan Dini untuk Prabowo Presiden 2 Periode, Komitmen Politik atau Strategi Kekuasaan?

13 Oktober 2026
UU MD3 Digugat ke MK, Pemohon Minta Masa Jabatan Anggota DPRD Diperpanjang hingga 2031

UU MD3 Digugat ke MK, Pemohon Minta Masa Jabatan Anggota DPRD Diperpanjang hingga 2031

13 Oktober 2026
Karhutla Sudah Berlangsung Tiga Bulan, Pemerintah Belum Tetapkan Status Bencana Nasional

SMRC Catat Persepsi Arah Indonesia Merosot, Saiful Mujani Ingatkan Pemerintah

13 Oktober 2026

Recent News

PBNU Minta KPK Segera Umumkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Haji

BNPB Terseret Operasi KPK, Sejumlah Pihak Diamankan

13 Oktober 2026
Dukungan Dini untuk Prabowo Presiden 2 Periode, Komitmen Politik atau Strategi Kekuasaan?

Dukungan Dini untuk Prabowo Presiden 2 Periode, Komitmen Politik atau Strategi Kekuasaan?

13 Oktober 2026
UU MD3 Digugat ke MK, Pemohon Minta Masa Jabatan Anggota DPRD Diperpanjang hingga 2031

UU MD3 Digugat ke MK, Pemohon Minta Masa Jabatan Anggota DPRD Diperpanjang hingga 2031

13 Oktober 2026
Karhutla Sudah Berlangsung Tiga Bulan, Pemerintah Belum Tetapkan Status Bencana Nasional

SMRC Catat Persepsi Arah Indonesia Merosot, Saiful Mujani Ingatkan Pemerintah

13 Oktober 2026
  • Kode Etik
  • Kode Prilaku Perusahaan Pers
  • Tentang Kami
  • Redaksi

© 2026 triggernetmedia development

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan

© 2026 triggernetmedia development