banner 468x60

Kenaikan Harga Ayam Potong dan Cabai Biang Kerok Inflasi di Pontianak

Trigger Netmedia - 15 Juni 2020
Kenaikan Harga Ayam Potong dan Cabai Biang Kerok Inflasi di Pontianak
Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji bersama Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono memberikan keterangan pers (foto Prokopim). - ()

triggernetmedia.com – Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Pontianak, Haryadi S Triwibowo menuturkan saat ini ada selisih harga ayam yang menjadi pemicu kenaikan harga saat ini. Selisih harga itu telah terjadi sejak bulan puasa lalu.

“Saat ini harganya hampir mencapai Rp40 ribu per kilogram. Kenaikan harga itu dipicu karena kurannya pasokan ayam,” ujar Haryadi di Pontianak, Senin (15/6/2020).

Selain itu, ia mengatakan kenaikan harga bisa saja disebabkan keterbatasan bibit dan pakan. Pada bulan puasa lalu, harga ayam bisa mencapai Rp 28 ribu perkilogram.

Haryadi berharap peternak tidak membatasi pasokan yang kemudian bisa membuat harga bergejolak sehingga menyulitkan masyarakat sebagai konsumen. Menurutnya dari rantai distribusi pemenuhakan pakan ayam didatangkan dari luar.

“Karena pakan didatangkan dari luar sementara pabrik banyak yang tutup sehingga stoknya pun berkurang. Biasanya rantai distribusi seperti itu, sehingga kemudian membuat ayam pun langka,” katanya.

Kerap Jadi Biang Inflasi, Edi Ajak Warga Tanam Cabai

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak masyarakat untuk menanam cabai di pekarangannya masing-masing. Hal ini dilakukan agar masyarakat tidak perlu lagi membeli cabai untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya.

“Apalagi komoditas cabai ini kerap menjadi penyumbang inflasi setiap bulannya,” ujarnya saat menghadiri penyerahan 12 ton cabai rawit untuk didistribusikan Perusda Aneka Usaha di Halaman Kantor Gubernur Kalbar, Senin (15/6/2020) di Pontianak.

Menurutnya, harga cabai rawit di pasaran saat ini mulai melonjak naik, kisaran harga Rp39 ribu hingga Rp43 ribu. Namun apabila stok cabai di pasaran persediaannya mencukupi, dirinya yakin harga cabai bisa stabil dan terkendali.

“Apalagi cabai ini tidak bisa bertahan lama, maksimum empat hari,” jelas Edi.

Edi berharap ada daerah di Provinsi Kalbar yang bisa menjadi sentra produksi pertanian termasuk tanaman cabai. Ia menyebut, secara umum di Kalbar ada beberapa komoditas yang cocok untuk ditanami.

“Hanya tinggal bagaimana sistem penanaman dan pendistribusiannya,” jelasnya lagi.

Adanya pasokan cabai sebanyak 12 ton yang akan didistribusikan di wilayah Kalbar oleh Pemprov Kalbar melalui Perusda Aneka Usaha, dirinya menyambut baik karena sebagai upaya dalam menstabilkan harga cabai di pasaran supaya tidak terjadi inflasi yang tinggi.

“Hal ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menjaga harga kebutuhan pokok,” kata Edi.

Saat ini, sambungnya, geliat pasar sudah mulai menunjukkan peningkatan harga pada sejumlah komoditas. Hal ini dibuktikan dengan beberapa komoditas yang meningkat harganya. Apalagi pada saat ini cuaca musim hujan. Ia berharap dengan langkah yang dilakukan Pemprov Kalbar bisa terus berlanjut sehingga beberapa komoditas di Kota Pontianak yang harganya melambung tinggi bisa distabilkan.

“Supaya kita bisa mengendalikan inflasi di Kota Pontianak,” pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Kalbar Sutarmidji mengatakan, Perusda Aneka Usaha sekarang ini dimintanya untuk memasok cabai bekerja sama dengan distributor dari Jawa Timur dan Jawa Tengah. Hal ini dilakukan agar Perusda Aneka Usaha berkembang dalam melakukan usahanya.

“Dari pada Perusda menggeluti usaha berskala kecil saja, ada baiknya melakukan kegiatan usaha seperti ini untuk membantu pemerintah daerah menstabilkan harga pangan,” ucapnya.

Dikatakannya, kebutuhan cabai di Kalbar antara 1.500 ton per bulan. Sementara produksi cabai antara 300-400 ton. Hal itu membuat harga cabai fluktuatif dan kerap menjadi penyumbang inflasi di daerah ini.

“Jadi inflasi naik turun juga disebabkan oleh komoditas cabe,” kata Sutarmidji.

Ia menilai, kalau dilihat dari sistem kuadran, cabe selalu berada di kuadran pertama penyebab inflasi. Padahal seharusnya masuk ke kuadran keempat.

“Sehingga tidak menjadi penyumbang inflasi setiap bulan,” katanya memungkasi.

Jim I Ariz

Tinggalkan Komentar

Terkini

“Jogging Jumat Pagi” ala Walkot Pontianak Jadi Sumber Inspirasi Menata Kota

“Jogging Jumat Pagi” ala Walkot Pontianak Jadi Sumber Inspirasi Menata Kota

Headline   Kilas Kalbar   lingkungan   News   Pontianak   Sport   Trend
Terima 11 Nama, DPR Klaim Bakal Transparan Seleksi Calon Hakim Agung

Terima 11 Nama, DPR Klaim Bakal Transparan Seleksi Calon Hakim Agung

Headline   Nasional   News   Parlementaria   Sorotan   Sospolhukam
Senyum Krisdayanti usai Dipanggil Fraksi PDIP Akibat Buka Gaji Anggota DPR

Senyum Krisdayanti usai Dipanggil Fraksi PDIP Akibat Buka Gaji Anggota DPR

Headline   Keuangan   Nasional   News   Parlementaria   Sorotan
Pelayanan Kesehatan di Papua Terganggu Pasca Pembunuhan Nakes Oleh KKB

Pelayanan Kesehatan di Papua Terganggu Pasca Pembunuhan Nakes Oleh KKB

Headline   Nasional   News   Pelayanan Puplik   Sorotan   Sospolhukam
Menteri PPPA Sebut Ketimpangan Gender Masih Jadi Masalah di Indonesia

Menteri PPPA Sebut Ketimpangan Gender Masih Jadi Masalah di Indonesia

Headline   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Kemnaker Tetap Salurkan Bantuan Subsidi Upah Meski Level PPKM Diturunkan

Kemnaker Tetap Salurkan Bantuan Subsidi Upah Meski Level PPKM Diturunkan

Ekonomi   Headline   Kesra   Nasional   News   Pelayanan Puplik   Sorotan
Neraca Dagang Surplus 16 Kali Berturut-turut, Tapi Kemenkeu Ingatkan Ini

Neraca Dagang Surplus 16 Kali Berturut-turut, Tapi Kemenkeu Ingatkan Ini

Ekonomi   Headline   Nasional   News   Sorotan
Pemerintah Perpanjangan Diskon Pajak Beli Mobil Baru Hingga Akhir Tahun

Pemerintah Perpanjangan Diskon Pajak Beli Mobil Baru Hingga Akhir Tahun

Bisnis   Ekonomi   Headline   Keuangan   Nasional   News   Otomotif   Sorotan
Kapolri Ditegur Jokowi karena Berlebihan ke Mahasiswa UNS, Pengamat: Siap Reshuffle

Kapolri Ditegur Jokowi karena Berlebihan ke Mahasiswa UNS, Pengamat: Siap Reshuffle

Headline   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Nakes Ikut Diserang hingga Tewas, KSP: Tindak Brutal KKB Papua Harus Segera Dihentikan!

Nakes Ikut Diserang hingga Tewas, KSP: Tindak Brutal KKB Papua Harus Segera Dihentikan!

Headline   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam

SITE LOCATION REKLAME

Streaming triggernetmedia.com