triggernetmedia.com – Warga di Ketapang lagi-lagi melontarkan protes atas pelayanan Perusahaan Listrik Negara (PLN) UP3 Ketapang.
Protes dilontarkan karena PLN kembali melakukan pemadaman listrik ditengah masyarakat khususnya umat muslim tengah berbuka puasa ramadan, Rabu (6/5/2020).
Salah seorang warga Kelurahan Kauman, Indra Wahyudi (20) mengatakan, pemadaman listrik di saat umat muslim sedang berbuka puasa menunjukkan bahwa pelayanan PLN semakin memburuk.
Padahal, sebut Indra, harapan besar masyarakat adalah tidak terjadi pemadaman oleh PLN di Ketapang, apalagi selama bulan ramadhan 1441 ini.
“Pemadaman listrik ketika berbuka puasa saat ini tentu membuat banyak masyarakat merisau bahkan marah. Sebab pelayanan PLN di tahun 2020 ini cenderung semakin memburuk,” kata Indra.
Pada dasarnya, ujar Indra, masyarakat sebenarnya tidak kaget lagi jika pihak PLN kerap melakukan pemadaman, sekalipun dalilnya adanya gangguan listrik sehingga terjadi listrik padam padam di Ketapang.
“Terlebih jauh sebelum ramadan memang hampir tiap hari selalu terjadi listrik padam, bahkan berkali-kali dalam sehari.
Kali ini, walaupun baru pertama kali selama 13 hari berjalannya ramadhan, tapi ketika padam waktunya kita sedang berbuka puasa. Belum lagi durasinya cukup lama,” ungkapnya kesal.
Indra pun meminta pihak PLN UP3 Ketapang dapat memperbaiki kinerja dan pelayanan. Dia berharap kejadian serupa tidak terulang lagi, terutama pada waktu-waktu penting di bulan ramadan seperti berbuka dan sahur.
Selain itu, sambung dia, PLN harus memastikan stabilitas kelistrikan selama bulan ramadan tanpa terkecuali.
“Kita harap listrik jangan lagi padam di tengah umat muslim menjalankan ibadah puasa, apalagi di waktu-waktu tertentu,” ujarnya.
Sementara itu, Manager PLN UP3 Ketapang, Wilfrid Siregar menyatakan, pihaknya sedang melakukan investigasi penyebab terjadinya pemadaman listrik.
“Penyebabnya lagi kami investigasi. Tadi, sistem kelistrikan Ketapang mengalami Black Out. Investigasinya harus detail, mungkin memakan waktu yang tidak sebentar,” jelasnya.
Jhon I Ariz



