Trigger Netmedia
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
Trigger Netmedia
No Result
View All Result
Home Headline

Hasil Studi: Iklim Tropis SebenarnyaHasil Studi: Iklim Tropis Sebenarnya Tak Cocok untuk Covid-19 Tak Cocok untuk Covid-19

ariz by ariz
4 April 2020
in Headline, Kesehatan, Maritim, Nasional
0
Hasil Studi: Iklim Tropis SebenarnyaHasil Studi: Iklim Tropis Sebenarnya Tak Cocok untuk Covid-19 Tak Cocok untuk Covid-19

Ilustrasi cuaca cerah di iklim tropis. [Shutterstock]

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

triggernetmedia.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berserta 11 Doktor di Bidang Meteorologi, Klimatologi dan Matematika, serta didukung oleh Guru Besar dan Doktor di bidang Mikrobiologi dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM, telah melakukan kajian tentang pengaruh cuaca dan Iklim dalam penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Hasilnya, kajian tersebut menunjukan adanya indikasi pengaruh cuaca dan iklim dalam mendukung penyebaran virus Covid-19.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan, kajian itu dilakukan berdasarkan analisis statistik, pemodelan matematis dan studi literatur. Hasil kajian juga menurutnya, telah disampaikan kepada Presiden dan beberapa Kementerian terkait pada 26 Maret 2020 yang lalu.

“Kajian menunjukkan adanya indikasi pengaruh cuaca dan iklim dalam mendukung penyebaran wabah Covid-19, sebagaimana yg disampaikan dalam penelitian Araujo dan Naimi (2020), Chen et. al. (2020), Luo et. al. (2020), Poirier et. al (2020), Sajadi et.al (2020), Tyrrell et. al (2020), dan Wang et. al. (2020),” tulis Dwikorita melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (4/4/2020).

Menurut Dwi, kajian oleh Tim Gabungan BMKG-UGM ini menjelaskan bahwa analisis statistik dan hasil pemodelan matematis di beberapa penelitian di atas mengindikasikan bahwa cuaca dan iklim merupakan faktor pendukung untuk kasus wabah ini berkembang pada outbreak yang pertama di negara atau wilayah, tapi bukan faktor penentu jumlah kasus, terutama setelah outbreak gelombang yang ke dua.

“Meningkatnya kasus pada gelombang ke dua saat ini di Indonesia tampaknya lebih kuat dipengaruhi oleh pengaruh pergerakan atau mobilitas manusia dan interaksi sosial,” ungkapnya.

Selain itu, ia menyampaikan pula bahwa kondisi cuaca/iklim serta kondisi geografi kepulauan di Indonesia, sebenarnya relatif lebih rendah risikonya untuk berkembangnya wabah COVID-19. Namun fakta menunjukkan terjadinya lonjakan kasus COVID-19.

“Indonesia sejak awal bulan Maret 2020. Indonesia yang juga terletak di sekitar garis khatulistiwa dengan suhu rata-rata berkisar antara 27- 30 derajat celcius dan kelembapan udara berkisar antara 70 – 95%, dari kajian literatur sebenarnya merupakan lingkungan yang cenderung tidak ideal untuk outbreak COVID-19,” tuturnya.

Kendati begitu, kata Dwi, fakta menunjukkan bahwa kasus gelombang ke dua COVID-19 telah menyebar di Indonesia sejak awal Maret 2020 yang lalu. Hal tersebut diduga akibat faktor mobilitas manusia dan interaksi sosial yang lebih kuat berpengaruh, daripada faktor cuaca dalam penyebaran wabah Covid-19 di Indonesia.

Dwi menyebut, Tim BMKG-UGM merekomendasikan bahwa apabila mobilitas penduduk dan interaksi sosial ini benar-benar dapat dibatasi, disertai dengan intervensi kesehatan masyarakat, maka faktor suhu dan kelembapan udara dapat menjadi faktor pendukung dalam memitigasi atau mengurangi risiko penyebaran wabah COVID-19.

Selain itu, menurutnya juga memasuki bulan April sampai Mei ini masyarakat perlu mewaspadai, adanya sebagian besar wilayah Indonesia memasuki pergantian musim, yang sering ditandai dengan merebaknya wabah Demam Berdarah.

“Jadi secara umum hasil kajian Tim BMKG dan UGM ini juga sangat merekomendasikan kepada masyarakat untuk terus menjaga kesehatan dan meningkatkan imunitas tubuh, dengan memanfaatkan kondisi cuaca untuk beraktivitas atau berolahraga pada jam yang tepat, terutama di bulan April hingga puncak musim kemarau di bulan Agustus nanti, yang diprediksi akan mencapai suhu rata-rata berkisar antara 28 derajat Celcius hingga 32 derajat Celcius dan kelembapan udara berkisar antara 60% sampai dengan 80%,” ujarnya.

“Serta tentunya dengan lebih ketat menerapkan Physical Distancing dan pembatasan mobilitas orang ataupun dengan Tinggal di Rumah, disertai intervensi kesehatan masyarakat, sebagai upaya untuk memitigasi atau mengurangi penyebaran wabah Covid-19 secara lebih efektif. Karena cuaca yang sebenarnya menguntungkan ini, tidak akan berarti optimal tanpa penerapan seluruh upaya tersebut dengan lebih maksimal dan efektif,” sambungnya.

Sumber : Suara.com

About Author

ariz

See author's posts

Tags: BMKGcovid-19hasil studiiklim tropisPandemi virus coronaperkembangan covid-19
Previous Post

Bupati Landak Gelar Rapat Online Dengan 13 Camat

Next Post

Hati-hati, Tertangkap saat Keluyuran Ditengah Corona Bisa Dipenjara 4 Bulan

ariz

ariz

Next Post
Hati-hati, Tertangkap saat Keluyuran Ditengah Corona Bisa Dipenjara 4 Bulan

Hati-hati, Tertangkap saat Keluyuran Ditengah Corona Bisa Dipenjara 4 Bulan

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

16 Juli 2025
Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

17 November 2021
Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

18 Juli 2025
Status PPPK Paruh Waktu Dihapus, Revisi UU ASN Kembalikan Struktur Dua Pilar

Status PPPK Paruh Waktu Dihapus, Revisi UU ASN Kembalikan Struktur Dua Pilar

26 November 2025
Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

0
2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

0
14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

0
Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

0
286 Anak di Pontianak Diajak Nonton Film Anak-anak Bambu, Tanamkan Nilai Karakter

286 Anak di Pontianak Diajak Nonton Film Anak-anak Bambu, Tanamkan Nilai Karakter

26 Agustus 2026
Pemkot Pontianak Perluas Keterbukaan Informasi hingga ke Masyarakat

Pemkot Pontianak Perluas Keterbukaan Informasi hingga ke Masyarakat

26 Agustus 2026
MDMC-BPBD Kubu Raya Padamkan Karhutla di Kuala Dua

BNPB Jadi Pengusul Kebutuhan Anggaran Penanganan Karhutla Kalimantan

26 Agustus 2026
EPPD 2026 Diharapkan Jadi Cermin Perbaikan Kinerja Pemda Kalbar

EPPD 2026 Diharapkan Jadi Cermin Perbaikan Kinerja Pemda Kalbar

26 Agustus 2026

Recent News

286 Anak di Pontianak Diajak Nonton Film Anak-anak Bambu, Tanamkan Nilai Karakter

286 Anak di Pontianak Diajak Nonton Film Anak-anak Bambu, Tanamkan Nilai Karakter

26 Agustus 2026
Pemkot Pontianak Perluas Keterbukaan Informasi hingga ke Masyarakat

Pemkot Pontianak Perluas Keterbukaan Informasi hingga ke Masyarakat

26 Agustus 2026
MDMC-BPBD Kubu Raya Padamkan Karhutla di Kuala Dua

BNPB Jadi Pengusul Kebutuhan Anggaran Penanganan Karhutla Kalimantan

26 Agustus 2026
EPPD 2026 Diharapkan Jadi Cermin Perbaikan Kinerja Pemda Kalbar

EPPD 2026 Diharapkan Jadi Cermin Perbaikan Kinerja Pemda Kalbar

26 Agustus 2026
  • Kode Etik
  • Kode Prilaku Perusahaan Pers
  • Tentang Kami
  • Redaksi

© 2026 triggernetmedia development

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan

© 2026 triggernetmedia development