banner 120x600 banner 120x600 banner 120x600 banner 120x600 banner 120x600

Jokowi: Pemerintah Sudah Berhitung Skenario Terburuk Dampak Corona

Presiden Joko Widodo tiba usai menyampaikan keterangan pers terkait penangangan COVID-19 di Istana Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/3). [ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan]
banner 468x60

triggernetmedia.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, pemerintah Indonesia telah menghitung beberapa skenario pandemi virus corona atau Covid-19. Mulai dari yang terburuk sekalipun.

Untuk itu, Jokowi berharap Indonesia berada pada skenario ringan. Kalaupun itu tidak bisa terjadi, maka dia ingin Indonesia berada pada skenario tingkat sedang.

“Beberapa skenario juga telah kami hitung, telah kami kalkulasi mengenai prediksi covid-19 di Indonesia bulan April seperti apa, Mei seperti apa, skenario buruk, sedang, ringan. Saya kira kami ingin berada di skenario yang ringan dan kalau betul-betul sulit dibendung, ya paling tidak kita masuk ke skenario sedang, jangan sampai masuk ke skenario yang paling buruk,” ujar Jokowi dalam keterangan yang disiarkan oleh akun Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (24/3/2020).

Jokowi mencontohkan, hitungan skenario sedang pada buruh di kawasan Nusa Tenggara Barat. Akan ada penurunan pendapatan oleh sektor buruh sebesar 25 persen.

Baca juga  Mayoritas Pasien Meninggal Corona Adalah Pria, Ini Temuan Peneliti

“Misalnya untuk buruh NTB kalau skenario sedang, akan ada penurunan pendapatan kurang lebih 25 persen karena hitungan kami, kita mampu bertahan Juni dan September,” katanya.

Sementara itu, pada sektor petani dan nelayan akan terjadi penurunan pendapatan sebesar 34 persen. Jokowi menyebut hal itu terjadi di kawasan Kalimantan Barat.

“Kalau petani dan nelayan, skenario sedang terparah di Kalimantan Barat penuruan pendapatan sampai 34 persen dengan daya tahan pada November,” ungkap Jokowi.

Selanjutnya, dari sektor pedagang kecil atau pelaku UMKM di kawasan Kalimantan Utara juga akan mengalami penurunan pendapatan sebesar 36 persen. Kemudian, sektor pengemudi ojek dan angkot di kawasan Sumatera Utara turut mengalami penurunan pendapatan sebesar 44 persen.

“UMKM skenario sedang yang berat di kalimantan utara dengan penurunan pendapatan sampai 36 persen dan kemampuan bertahan sampai Agustus-Oktober.Untuk sopir angkot dan ojek yang paling berat di Sumatera Utara turunnya sampai 44 persen,” kata dia.

Baca juga  Jokowi Sahkan UU Cipta Kerja, Ekonom Ragukan Investor Global Bakal Datang

Dari hitung-hitungan tersebut, Jokowi meminta agar ada hitungan yang detil. Selain itu, dia juga meminta agar ada persiapan bantuan sosial bagi setiap daerah.

“Angka-angka seperti ini mohon dikalkulasi secara detail di daerah juga perisapan bantuan sosial (bansos) provinsi kabupaten lewat yang saya sampaikan tadi, realokasi dan refocusing,” tambah Jokowi.

Menurut dia, jika masyarakat turut bergerak, maka yang akan muncul adalah skenario tingkat ringan. Untuk itu, masyarkat diminta agar tetap memperhatikan jarak aman antar individu.

“Kalau bekerja detali di lapangan juga kita ikuti, masyarakat bergerak, provinsi-provinsi juga telah bekerja dengan baik, baik penyemprotan disinfektan, mensosialisaikan jarak aman, dan skenario paling ringan yang muncul ,” Jokowi menambahkan.

Sumber : Suara.com

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.