triggernetmedia.com – Kepala Perum Bulog Sub Divre Ketapang, Jusri Pake mengatakan, sejak Januari 2020, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) telah ditransformasi Pemerintah menjadi program Bantuan Sembako.
“Perubahan tersebut berlaku di seluruh Indonesia, termasuk Kabupaten Ketapang,” sebutnya, Rabu (5/2).
Menurutnya program BPNT telah dievaluasi oleh Pemerintah Pusat menjadi Bantuan Sembako. Namun, tidak ada perbedaan dalam penyaluran antara BPNT dan Bantuan Sembako.
“Bedanya hanya terletak pada besaran yang diterima Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Kalau BPNT Rp110 ribu, sedangkan bantuan sembako meningkat jadi Rp150 ribu,” jelas Jusri Pake.
Untuk penyaluran Bantuan Sembako tahun 2020 sendiri, sambungnya, khususnya di Ketapang masih perlu pembahasan mengenai mekanismenya. Karena itu program BPNT sempat berjalan secara baik.
“Kalau BPNT kemarin penyalurannya mengacu pada data KPM 2019. Hampir 70 persen dari total KPM sudah memegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) elektronik. Tapi untuk tahun 2020, mekanismenya masih perlu dibicarakan,” jelasnya.
Pada dasarnya, lanjut dia, Bulog selalu siap menyalurkan kebutuhan pangan sesuai program pemerintah. Terlebih secara sistem, BPNT dan Bantuan Sembako caranya sama.
Dengan demikian, ujar Jusri, pihaknya tidak lagi menyalurkan kebutuhan pangan (beras) ke Desa/Kelurahan seperti bantuan Rastra. Penyaluran akan langsung disampaikan ke e-warung yang dipercaya dan sudah bekerjasama dengan Bank.
“Masing-masing Kecamatan ada e-warung yang melayani para pemegang KKS, misalkan di Kecamatan Delta Pawan terdapat tujuh e-warung. Kemungkinan akan bertambah seiring pembenahan kedepannya,” jelasnya.
Jhon I Ariz











