triggernetmedia.com – Analisis BMKG menyatakan, curah hujan di wilayah Kalimantan Barat pada dasarian III (tanggal 21-31) Januari 2020 berkisar antara 51-200 mm/dasarian yang didominasi hujan kategori Menengah.
“Sifat hujan pada dasarian III Januari 2020 didominasi kategori Normal hingga Atas Normal,” kata Kepala BMKG Staklim Mempawah, Kalimantan Barat, Syafrinal, Jumat (31/1).
Syafrinal menjelaskan, monitoring hari tanpa hujan di Kalimantan Barat terpantau secara umum berada dalam kategori Sangat Pendek (1-5 hari) hingga masih ada hujan.
“Hari tanpa hujan terpanjang terjadi di Kabupaten Bengkayang yakni Sungai Raya sepanjang 10 hari,” jelasnya.
Kondisi indeks Nino 3.4, sambungnya, terpantau sebesar (+0.40) berada pada fase El Nino Netral. Indeks Dipole Mode terpantau sebesar (+0.12) berada pada kondisi Dipole Mode Netral. Suhu permukaan laut di sekitar wilayah Kalimantan Barat secara umum menunjukan nilai anomali berkisar antara (-0.5) hingga (+0.5).
Secara umum, jelas Syafrinal, curah hujan di wilayah Kalimantan Barat pada dasarian I (tanggal 1-10) Februari 2020 diprakirakan berkisar antara 60-150 mm/dasarian.
“Dimana curah hujan Kalimantan Barat wilayah hulu diprakirakan yang lebih tinggi dibanding curah hujan di wilayah pesisir. Potensi hujan secara umum diprakirakan terjadi sepanjang dasarian I Febuari 2020 pada sebagian wilayah Kalimantan Barat dan sifat hujan diprakirakan pada kisaran normalnya untuk sebagian besar wilayah di Kalimantan Barat,” katanya.
Potensi curah hujan yang tinggi berpotensi akan berdampak pada meningkatnya potensi terjadi genangan air, terutama bagi masyarakat yang bermukim di sekitar pesisir dan daerah rawan banjir.
“Masyarakat dikawasan pesisir kita imbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaannya,” tutup Syafrinal.
Ariz

