banner 468x60

Kalbar Butuh Energi Alternatif untuk Kembangkan Sektor Industri

  • Bagikan
Focus Group Discusion (FGD) Pipa Gas Kalimantan di Grand Hotel Mahkota Pontianak, Selasa 3/12/2019
banner 468x60

triggernetmedia.com – Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji menegaskan Kalbar memerlukan energi alternatif lain untuk memenuhi percepatan pertumbuhan sektor industri.

“Untuk mendorong pertumbuhan industri, Kalbar memerlukan anergi alternatif lain, khususnya pada sektor kelistrikan,” ujarnya, Selasa (3/12) di Grand Mahkota Hotel Pontianak.

Sutarmidji berharap ke depan ada energi alternatif yang bisa dikembangkan dan Pemprov Kalbar akan mendorong hal tersebut.

“Seperti energi nulkir dan gas bumi,”ujarnya.

Menurutnya, saat ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri PLN masih membeli listrik dari Malaysia sebesar 220 MW.

Harga pembelian tersebut antara 7 sampai 8 sen dolar per-KWH, dan dijual kepada masyarakat antara 10 sampai 11 sen dolar.

“Sementara negara yang menggunakan teknologi nuklir, industri disana hanya mengeluarkan biaya produksi sebesar 3 sen dolar pe-KWH, sehingga pertumbuhan industri disana cukup besar,” katanya.

Baca juga  Bungkam Italia di San Siro, Langkag Spanyol Mulus ke Final UEFA Nations League

Sutarmidji menyebut, jika industri harus membayar 11 sen dolar, maka industri itu tidak akan bisa bersaing dengan industri yang ada di negara tetangga. Karena mereka harus mengeluarkan biaya besar untuk produksi, sehingga produk yang dijual kepada masyarakat juga akan dengan harga yang tinggi.

“Ini tentu menjadi hitung-hitungan ekonomi dari industri yang akan melakukan kegiatan produksi,” jelas Sutarmidji.

Jika ini kita biarkan, lanjutnya, maka pertumbuhan industri di Kalbar akan sulit untuk berkembang, karena biaya produksinya yang besar tadi. Karena itu Pemprov Kalbar akan mendorong pembangunan energi nuklir di Kalbar.

“Sebab kita memiliki SDA yang cukup untuk hal itu,” ujar Sutarmidji.

Baca juga  Duh, Beijing Kembali Laporkan Kasus Covid-19 Varian Delta dari Penularan Lokal

Dengan adanya pembangunan pipa gas bumi trans Kalimantan yang akan dilakukan ke depan menjadi salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan energi bagi industri dan masyarakat.

Setidaknya, jelas Sutarmidji, jika rencana ini terealisasi negara bisa menghemat lebih dari Rp62 triliun dari penggunaan minyak, bahkan negara bisa menghemat subsidi Rp4 triliun, sehingga dari sisi efisiensi pembangunan pipa gas bumi trans Kalimantan ini sangat bermanfaat bagi keuangan negara.

“Makanya, kami dari pemerintah provinsi akan mendukung penuh rencana pembangunan pipa gas ini. Dan saya harapkan kepada seluruh pemda juga bisa mempermudah rencana ini,” tegasnya.

Ariz

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *