Trigger Netmedia
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
Trigger Netmedia
No Result
View All Result
Home Headline

Rosalina Kampanye Gerakan Masyarakat Sehat

ariz by ariz
18 Oktober 2019
in Headline, Kilas Kalbar, Kubu Raya
0
Rosalina Kampanye Gerakan Masyarakat Sehat
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

triggernetmedia.com – Kurangnya akses air bersih, sarana sanitasi, dan sarana cuci tangan mengakibatkan munculnya penyakit diare. Penyakit ini tak bisa dipandang remeh. Karena bisa berujung pada kematian. Namun, penyakit tersebut dapat dikurangi dengan melakukan cuci tangan pakai sabun.

“Di mana menurut penelitian dapat mengurangi angka kematian yang terkait dengan penyakit diare hingga hampir 50 persen,” ujar Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kubu Raya Rosalina Muda Mahendrawan, Kamis (17/10).

Rosalina mengatakan, cuci tangan pakai sabun (CTPS) merupakan langkah kecil untuk memulai hidup sehat. Sayangnya, perilaku positif ini kerap dianggap sepele oleh sebagian masyarakat. Padahal kegiatan yang sangat mudah ini dapat melindungi anak-anak dari penyakit diare dan saluran pernapasan.

“Dari sejumlah penelian terhadap penyakit yang menjadi sebab kematian bayi balita, ternyata yang terbanyak adalah diare. Dan setelah diteliti, rupanya hampir 50 persen bisa dicegah dengan cara cuci tangan,” terang Rosalina.

Karena itulah, lanjutnya, setiap tanggal 15 Oktober diperingati sebagai Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (HCTPS). HCTPS ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak tahun 2008 silam.

“Tema HCTPS tahun ini adalah ‘tangan bersih untuk semua’. Sehingga yang menjadi fokus yaitu semua memiliki kesempatan untuk melakukan cuci tangan, termasuk peserta didik di sekolah,” jelasnya.

Rosalina menuturkan, kebiasaan cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir merupakan kegiatan ringan. Dapat dilakukan di mana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja. Cuci tangan pakai sabun, menurutnya, dapat dilakukan pihak sekolah dalam menjalankan program UKS. Hal ini sekaligus sebagai bagian dari implementasi penguatan pendidikan karakter.

“Karena nilai-nilai inti pendidikan karakter seperti gotong royong, kemandirian, dan integritas dapat diterapkan dalam kegiatan cuci tangan pakai sabun jika dilakukan bersama dan serentak,” jelasnya.

Rosalina juga meminta seluruh tim penggerak dan kader PKK desa untuk berperan aktif dalam mengkampanyekan perilaku mencuci tangan memakai sabun. Ia pun mengajak para orang tua memberikan contoh perilaku tersebut kepada anak-anak dan keluarga.

Begitu pula lembaga-lembaga Pendidikan Anak Usia Dini, Taman Kanak-Kanak, dan sekolah-sekolah diimbau melakukan kegiatan bersama cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir. Khususnya setelah melakukan berbagai kegiatan di sekolah.

“Kegiatan cuci tangan pakai sabun dapat dikombinasikan dengan perilaku hidup bersih sehat lainnya. Seperti mengkonsumsi makanan sehat bersama, membersihkan sampah di lingkungan sekolah, memberantas jentik nyamuk, dan kerja bakti bersama warga sekolah,” tambahnya.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya, Marijan, mengatakan gerakan cuci tangan pakai sabun adalah salah satu wujud budaya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Dia menyebut pentingnya menekankan upaya promotif dan preventif dalam hal strategi pembangunan bidang kesehatan.

“Inilah yang disebut dengan paradigma sehat. Jadi menitikberatkan pada upaya pencegahan terjadinya penyakit tanpa mengesampingkan juga aspek pengobatan dan seterusnya,” jelasnya.

Marijan mengingatkan, prinsip mencegah lebih baik daripada mengobati sangat penting diterapkan. Karena mencegah penyakit lebih mudah dan murah daripada mengobati. Pencegahan juga dapat dilakukan oleh siapapun. Ia menuturkan, salah satu program kesehatan yang terus dikampanyekan berbagai pihak adalah gerakan cuci tangan pakai sabun.

“Seluruh dunia melakukan ini. Karena ini bertujuan mencegah terjadinya penularan penyakit baik yang disebabkan oleh bakteri maupun virus yang bisa mengancam kesehatan masyarakat,” ucapnya.

Karena itu, Marijan mengajak semua pihak membudayakan cuci tangan pada keluarga dan lingkungan sekitar.

“Sehingga anak sehat, kita sehat, keluarga sehat, dan akhirnya masyarakat sehat. Dan dengan masyarakat hidup sehat maka Indonesia akan kuat,” pungkasnya.

Salah satu tujuan dari kampanye cuci tangan pakai sabun adalah penurunan angka kematian untuk anak-anak. Di mana lebih dari 5.000 anak balita penderita diare meninggal setiap harinya di seluruh dunia.

Sebagai akibat dari kurangnya akses pada air bersih, fasilitas sanitasi, dan pendidikan kesehatan. Penderitaan dan biaya-biaya yang harus ditanggung karena sakit ternyata dapat dikurangi dengan melakukan perubahan perilaku sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun.

Rio I Ariz

About Author

ariz

See author's posts

Tags: GermasKampanye GermasKubu RayaTP PKK
Previous Post

Hari ini KONI Bengkayang Gelar MUSKORKAB Ke-III

Next Post

Yuk ke Pontianak Creative and Culinary Festival

ariz

ariz

Next Post
Yuk ke Pontianak Creative and Culinary Festival

Yuk ke Pontianak Creative and Culinary Festival

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

16 Juli 2025
Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

17 November 2021
Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

18 Juli 2025
Status PPPK Paruh Waktu Dihapus, Revisi UU ASN Kembalikan Struktur Dua Pilar

Status PPPK Paruh Waktu Dihapus, Revisi UU ASN Kembalikan Struktur Dua Pilar

26 November 2025
Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

0
2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

0
14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

0
Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

0
QRIS Makin Diminati, Edi Kamtono Dorong UMKM Pontianak Naik Kelas

QRIS Makin Diminati, Edi Kamtono Dorong UMKM Pontianak Naik Kelas

16 Agustus 2026
BNPB Desak Enam Kabupaten Segera Tetapkan Status Darurat Gempa NTT

BNPB Desak Enam Kabupaten Segera Tetapkan Status Darurat Gempa NTT

16 Agustus 2026
Gempa M7,7 Guncang NTT, 47 Orang Meninggal dan 5.000 Warga Mengungsi

Gempa M7,7 Guncang NTT, 47 Orang Meninggal dan 5.000 Warga Mengungsi

16 Agustus 2026
Cara Nonton Live Detik-Detik Proklamasi 17 Agustus 2026 dan Jadwal Upacaranya

Cara Nonton Live Detik-Detik Proklamasi 17 Agustus 2026 dan Jadwal Upacaranya

16 Agustus 2026

Recent News

QRIS Makin Diminati, Edi Kamtono Dorong UMKM Pontianak Naik Kelas

QRIS Makin Diminati, Edi Kamtono Dorong UMKM Pontianak Naik Kelas

16 Agustus 2026
BNPB Desak Enam Kabupaten Segera Tetapkan Status Darurat Gempa NTT

BNPB Desak Enam Kabupaten Segera Tetapkan Status Darurat Gempa NTT

16 Agustus 2026
Gempa M7,7 Guncang NTT, 47 Orang Meninggal dan 5.000 Warga Mengungsi

Gempa M7,7 Guncang NTT, 47 Orang Meninggal dan 5.000 Warga Mengungsi

16 Agustus 2026
Cara Nonton Live Detik-Detik Proklamasi 17 Agustus 2026 dan Jadwal Upacaranya

Cara Nonton Live Detik-Detik Proklamasi 17 Agustus 2026 dan Jadwal Upacaranya

16 Agustus 2026
  • Kode Etik
  • Kode Prilaku Perusahaan Pers
  • Tentang Kami
  • Redaksi

© 2026 triggernetmedia development

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan

© 2026 triggernetmedia development