banner 468x60

Bawaslu Gelar Pengawasan Partisipatif  Berbasis Kearifan Lokal

  • Bagikan
banner 468x60

triggernetmedia.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bengkayang menyelenggarakan acara Pengawasan Partisipatif melalui sarana kebudayaan yang mengedepankan kearifan lokal, di Aula Wisma Jovan, pada Sabtu (12/10).

“Pengawasan partisipatif pemilu melalui sarana budaya ini kita di dorong dan diharapkan bisa mencegah berbagai bentuk upaya pelanggaran sesuai dengan norma adat,” ungkap Ketua Bawaslu Kabupaten Bengkayang Yosef Harry Suyadi, Minggu (13/10).

Acara tersebut dihadiri sekaligus dibuka ketua Bawaslu Provinsi Kalbar, Ruhermansyah. Acara diisi dengan tarian Perang Sanggar Pakan Babalo SMKN 1 Bengkayang.

Tarian tersebut sebagai salah satu sarna kebudayaan Kearifan Lokal yang dilibatkan Bawaslu untuk mencegah pelanggaran pemilu maupun pilkada yang akan berlangsung tahun 2020 mendatang.

“Pesta demokrasi dinilai memiliki kaitan yang erat dengan kebudayaan, yang sekaligus ujung tombak dalam mendukung pencegahan berbagai bentuk pelanggaran,” kata Yosef Harry Suyadi.

Yosef mengatakan, proses Pemilu legislatif (Pileg) dan pemilu Presiden (Pilpres) sudah selesai dilaksanakan, dan bahkan anggota terpilih DPRD, DPR RI, DPD RI dan MPR-RI sudah dilantik dan segera akan di gelar pelantikan Pilpres pada tanggal 20 Oktober 2019 mendatang.

Baca juga  Sebaran Kasus Positif Covid-19 Indonesia, DKI Jakarta Tertinggi

“Khusus untuk Kabupaten Bengkayang prosesnya pileg dan Pilpresres yang digelar pada 17 April 2019 lalu berjalan baik dan lancar. Sesuai amanat dari UU Nomor 7 tahun 2017, Bawaslu hadir dalam rangka pengawasan dan  pencegahan terhadap terjadinya pelanggaran pemilu,” katanya.

Bawaslu, sambungnya, hadir dengan tujuan untuk meminimalisir bukan cari masalah peserta dan pelaksana, akan tetapi untuk pastikan keadilan hak pilih dan penyelenggaraan pemilu.

“Untuk mencapai itu dilakukan sosialisasi, dan masyarakat menjadi agen pengawas bukan Bawaslu saja sebagai pengawas, tetapi masyarakat dan menjadi tanggung jawab moral kita bersama,” jelasnya.

Ketua Bawaslu Provinsi Kalbar Ruhermansyah menyatakan, Penyelenggaraam Pemilu merupakan suatu hal penting dan strategis.

“Maka dikawal dan diawasi agar hasilnya seperti yang diharapkan. Pada pelaksanaan pemilu sebelumnya Bawaslu provinsi kalbar menyampaikan terima kasih, dimana proses pemilu berjalan Adem atau aman, dan lancar,” ujarnya.

“Seperti Visi Bawaslu sebagai lembaga terpercaya adalah mengawal  penyelenggaraan pemilu legislatif, Presiden  dan Wakil presdien maupun kepala daerah supaya berlangsung dengan luber, jurdil dan berintegritas,” ujarnya lagi.

Baca juga  Pemerintah Matangkan Rencana Pembatasan Kegiatan Masyarakat Jelang Nataru

Ruhermansyah menegaskan, inti dari visi Bawaslu RI, Bawaslu Provinsi, Bawaslu Kabupaten/Kota adalah mencegah terjadinya pelanggaran dan sengketa Pemilu.

Menurutnya hal itu dapat dilakukan dengan maksimal jika masyarakat dan bawaslu bersinergi mengawasi dengan peran masing-masing dari masyarakat, Pemerintah, Ormas,  OKP, LSM/Media Massa, Kelembagaan dan seluruh komponen bangsa ini.

“Meskipun tahapan pemilu hampir selesai Pengawasan partisipatif masih sangat penting digencarkan ke masyarakat melalui berbagai upaya, baik itu melalui sarana media juga kebudayaan,” katanya.

Turut hadir komisioner Bawaslu Yopi Cahyono dan Evi Flavia , serta sekitar 50 orang undangan yang hadir.

Kegiatan tersebut mengusung tema pengawasan partisipatif melalui sarana kebudayaan yang mengedepankan kearifan lokal  tersebut diharapkan mampu menjadi fungsi  untuk menjadikan setiap orang atau masyarakat sebagai agen pengawasan ditempat masing-masing.

Doe I Ariz

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *